Kapan Waktu Berbuka Puasa di Pesawat?

0
613

BincangSyariah.Com – Puasa Ramadan dimulai sejak dari terbitnya fajar subuh sampai terbenamnya matahari. Ketentuan ini berlaku dalam setiap tempat, baik puasa di darat, laut atau pada saat di udara menaiki pesawat.

Dalam menentukan waktu awal puasa dan waktu berbuka tidak ditentukan dengan jam, misalnya jam 04:30 atau 06:45, melainkan ditentukan melalui terbitnya fajar subuh untuk awal puasa dan terbenamnya matahari untuk berbuka.

Dalam Alquran, Allah sudah menjelaskan ketentuan waktu mulai puasa dan waktu berbuka. Dalam surah Albaqarah ayat 187, Allah berfirman;

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa kalian sampai malam hari (terbenam).”

Dalam hadis riwayat imam Bukhari dan Muslim dari Sayyidina Umar bin Khattab, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Apabila malam telah datang dari arah sana dan siang telah pergi dari arah sana, serta matahari telah terbenam, maka orang puasa saatnya berbuka.

Juga disebutkan dalam hadis riwayat imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abi Aufa, Nabi Saw bersabda;

اذا رايتم اللَّيْلُ قد أَقْبَلَ مِنْ هَا هُنَا واشار بيده نحو المشرق فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Jika kalian melihat malam telah datang dari arah sana, beliau memberi isyarat ke arah timur dengan tangannya, maka orang yang berpuasa telah berbuka.”

Dengan demikian, maka waktu yang dijadikan pegangan dalam menentukan waktu berbuka puasa bagi orang sedang berada dalam pesawat adalah waktu terbenamnya seluruh permukaan matahari dari tempat dia berada.

Baca Juga :  Cara Memahami Hadis: Memahami Hadis yang Bertentangan dengan Al-Qur’an (2), Kasus Mendoakan Orang Kafir

Dia tidak boleh berbuka puasa dengan mengikuti waktu tempat awal berangkat atau tempat tujuan, namun dengan mengikuti waktu terbenamnya matahari pada saat dia berada, baik melihat sendiri atau melalui orang yang dapat dipercaya seperti pemberitahuan dari kru pesawat.

Sebagai contoh, jika seseorang di darat waktu maghrib jam 18.00. Setengah jam sebelumnya pesawat take off dan terbang ke arah barat. Dalam perjalanan matahari terus terlihat dan baru melihat matahari terbenam pada saat di pesawat sekitar jam 20.00, namun di tempat tujuan terbenam sekitar jam 20.30.

Maka dia berbuka puasa mengikuti waktu pada saat melihat matahari terbenam di pesawat, yaitu pada jam 20.00, dan tidak boleh mengikuti waktu tempat berangkat, yaitu jam 18:00, juga tidak harus mengikuti waktu tempat tujuan, yaitu 20.30.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here