Kapan Izin Umrah Kembali Dibuka di Arab Saudi?

0
541

BincangSyariah.Com – Kabar baik datang dari Arab Saudi. Arab Saudi akan mengumumkan rencana untuk membuka izin pelaksanaan umrah secara bertahap. Kebijakan itu dilakukan setelah kerajaan mencabut sebagian penangguhan penerbangan internasional mulai 15 September 2020. Benarkah izin umrah akan kembali dibuka?

Kabar tersebut diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi setelah enam bulan pemberlakuan pembatasan perjalanan akibat pandemi virus corona. Arab Saudi telah menangguhkan umrah sepanjang tahun sejak Maret. Penangguhan tersebut dilakukan lantaran pemerintah khawatir pandemi Covid-19 akan menyebar ke kota-kota Islam yang paling suci. (Baca: Hukum Memakai Masker Ketika Haji dan Umrah)

Arab Saudi telah mengurangi jumlah jama’ah yang diperbolehkan melakukan ibadah haji pada akhir Juli lalu. Saat itu, hanya ada 10.000 umat yang diperbolehkan melaksanakan ibadah haji tahunan. Padahal, tahun 2019, ada 2,5 juta umat Islam menunaikan ibadah haji. (Baca: Meniatkan Pahala Haji dan Umrah Untuk Mertua)

Pihak kerajaan Arab Saudi juga akan mengakhiri semua pembatasan transportasi udara, darat dan laut untuk warga Saudi setelah 1 Januari 2021. Umat Islam mesti bersabar sebab pihak kementerian Arab Saudi tidak memberikan tanggal pasti kapan pembatasan diangkat.

Selain itu, kebijakan juga berlaku untuk warga Timur Tengah dan non-Saudi dengan izin tinggal atau visa yang valid akan diizinkan memasuki wilayah kerajaan mulai 15 September. Syaratnya, mereka tidak terinfeksi virus corona. Syarat tersebut diterbitkan kementerian yang diterbitkan oleh Kantor Pers Saudi.

“Kategori luar biasa” lainnya adalah bagi pegawai pemerintah dan militer, pekerja kedutaan asing dan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis akan diizinkan melakukan penerbangan mulai 15 September.

Arab Saudi juga menangguhkan penerbangan internasional pada bulan Maret sehingga menyebabkan banyak warga negaranya yang terdampar di luar negeri. Hal tersebut adalah upaya Arab Saudi dalam menahan lonjakan infeksi virus corona di negara tersebut.

Baca Juga :  Bolehkah Mengambil Hukum Agama dari Terjemahan Al-Qur'an?

Pada bulan Juni, Arab Saudi memutuskan untuk mengakhiri seluruh jam malam di kerajaan dan mencabut pembatasan bisnis, termasuk bioskop dan tempat hiburan lainnya. Pemerintah mengumumkan rencana pencabutan penangguhan izin pelaksanaan umrah secara bertahap.

Selain itu, pada pelaksanaan haji tahun ini, Arab Saudi juga memberlakukan sejumlah ketentuan baru, termasuk pengurangan jumlah jemaah hingga protokol kesehatan seperti social distancing.

Arab News mewartakan bahwa pemerintah Arab Saudi juga akan mencabut penangguhan penerbangan internasional pada 15 September 2020. Penangguhan ini dicabut setelah 6 bulan diberlakukan kebijakan pembatasan perjalanan.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa kerajaan akan mengakhiri seluruh pembatasan pada transportasi udara, darat, dan laut setelah 1 Januari 2021 mendatang. Sayangnya, pihak kementerian belum memberikan tanggal pasti kapan pembatasan itu akan dicabut.

Selain itu, pengecualian ini juga mencakup siswa-siswa yang studi atau pelatihannya memerlukan perjalanan ke negara lain. Keluarga-keluarga yang harus terpisah akibat lockdown juga diperbolehkan melakukan perjalanan untuk kembali bertemu dengan anggota keluarganya di wilayah lain dari kerajaan.

Otoritas memasukkan mereka dalam kategori kasus humanitarian. Warga Saudi dengan izin tinggal di luar kerajaan juga diizinkan melakukan perjalanan. Sebelumnya, penangguhan penerbangan internasional yang dilakukan oleh Arab Saudi membuat banyak orang terdampar di luar negeri. Pembatasan-pembatasan tersebut secara bertahap telah dilonggarkan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here