Kapan Barang Pinjaman Wajib Dikembalikan?

0
1553

BincangSyariah.Com – Jika kita meminjam barang pinjaman, baik berupa buku, pakaian, uang, dan lainnya, maka kita wajib mengembalikan kepada pemiliknya. Namun, kapan barang pinjaman wajib dikembalikan?

Terkait waktu kapan barang pinjaman wajib dikemabalikan, Dr. Mustafa Bugha dan Mustafa al-Khin telah menjelaskan dalam kitabnya  al-Fiqhul Manhaji berikut;

Pertama, jika mu’ir atau orang yang meminjami meminta barang pinjaman untuk dikembalikan, meskipun waktu peminjaman yang telah disepakati antara mu’ir dan musta’ir belum habis. Hal ini karena sifat akad ‘ariyah tidak mengikat kepada mu’ir sehingga dia berhak meminta barang pinjaman untuk dikembalikan dan memutus kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya, meskipun tanpa sepengetahuan dan izin dari musta’ir atau orang yang meminjam.

Kedua, setelah batas waktu peminjaman yang telah disepakati telah habis. Musta’ir wajib mengembalikan barang pinjaman setelah masa peminjaman telah habis. Jika waktu peminjaman telah habis dan dia tetap ingin menggunakan barang pinjaman, maka dia harus memberitahu dan minta izin lagi kepada mu’ir atau orang yang meminjami. Jika tidak minta izin lagi, maka dia berdosa karena telah memanfaatkan barang orang lain tanpa izin.

Ketiga, jika salah satu dari mu’ir atau musta’ir mengalami kegilaan. Hal ini karena salah satu syarat sah menjadi mu’ir atau musta’ir adalah keduanya berhak memanfaatkan barang pinjaman tanpa ada yang menghalangi. Sementara kegilaan menghalangi keduanya untuk memanfaatkan barang pinjaman. Karena itu, jika mu’ir gila, maka musta’ir wajib mengembalikan barang pinjaman. Begitu juga jika musta’ir gila, maka ahli warisnya wajib mengembalikan barang pinjaman kepada mu’ir.

Keempat, salah satu di antara mu’ir dan musta’ir meninggal dunia. Jika mu’ir yang meninggal, maka musta’ir wajib mengembalikan barang pinjaman kepada ahli waris mu’ir. Sebaliknya, jika musta’ir meninggal, maka ahli warisnya wajib mengembalikan barang pinjaman kepada mu’ir.

Baca Juga :  Fatwa Syekh Bin Baz Soal Takbir Setelah Salat Di Hari Tasyriq

Kelima, salah satu dari mu’ir dan musta’ir mengalami safah atau kebodohan. Kebodohan menghalangi mu’ir untuk memberi manfaat kepada orang lain dari barang miliknya, dan menghalangi musta’ir untuk mengambil manfaat dari barang milik orang lain.

Keenam, mu’ir mengalami kebangkrutan sehingga memiliki tanggungan hutang yang wajib dibayar. Orang yang bangkrut tidak berhak meminjamkan barang-barangnya kepada orang lain hingga dia bisa melunasi hutang-hutangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here