Beragama itu Mudah; Kandungan Hadis La Dhororo Wa La Dhiroro

1
1966

BincangSyariah.Com- Pandangan keagamaan yang ekslusif cendrung untuk menang sendiri, merasa benar sendiri. Abolutisme paham keagamaan ini biasanya dilandasi oleh prejudice, asumsi ketat, tanpa ingin mengetahui pihak lain yang berbeda. Padahal beragama itu begitu mudah dan tidak mempersulit orang lain. (Kumpulan Artikel Mengenai Kemudahan dalam Beragama; Islam Wasathiyyah; Moderasi Islam)

Pada zaman awal Islam, Nabi Muhammad Saw memerintahkan umatnya untuk menerapkan prinsip kemudahan dan tidak memberikan kemudaratan bagi orang lain. dalam sebuah hadis yang terkenal La Dhororo Wa La Dhiroro.

Yang artinya, “Janganlah memberikan kemudaratan kepada diri sendiri, dan tidak memberikan kemudaratan kepada orang lain”.  Jika diteliti sejauh mana kualitas dan makna hadis ini? Berikut penjelasannya.

Menurut para ahli hadis, hadis ini terdapat dalam kitab Sunan Ibnu Majah dan Sunan Dar al-Quthni. Menurut keduanya, hadis yang diriwatakan oleh seorang sahabat yang bernama Said al-Khudri ini berstatus hasan.

Dalam kitab Al-Jawahir al-Lu’luiah Syarh Al-Arbai’n al-Nawawiyah, hadis ini bahwa seluruh yang memberikan kerusakan dilarang oleh syariat Islam. Dari sinilah, ulama menerangkan bahwa seorang muslim tidak diperbolehkan untuk mencelaki saudaranya yang lain.

Hadis Nabi ini menjadi salah satu prinsip utama dalam syariat Islam, karenanya mencakup hampir 70 aspek hukum Islam atau ilmu fikih.

Secara etimologis, kata al-dhirar berbeda dengan al-dharar. Meskipun memiliki derivasi yang hampir sama. Dalam kamus Bahasa arab kata al-Dharar itu berarti kerusakan yang tidak disengaja, sedangkan al-dhirar itu berarti ada kesengajaan.

Meski sama-sama berpengaruh buruk kepada orang lain, keduanya dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. Namun al-Dhirar lebih kuat dampaknya daripada al-dharar.

Hadis Nabi ini menjadi salah satu rujukan utama, dan menjadi salah satu fondasi bahwa beragama itu ringan, dan tidak memberatkan kepada orang lain. Wallahu A’lam bi al-Showab.

Baca Juga :  Benarkah Sikat Gigi Membatalkan Puasa?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here