Kajian Rumahan; Setiap Keputusan Hukum dalam Islam Didasari atas Lima Tujuan Ini

0
530

BincangSyariah.Com – Pada intinya, setiap uraian keputusan hukum dalam Islam diturunkan dengan tujuan tertentu. Ia tidak diturunkan begitu saja, baik yang sifatnya muamalah sehari-hari, pidana, dan hal-hal lain. Tujuan tujuan syariah ini disebut dengan maqashid syariah.

Ustad Taufiqurahman, Dekan Fakultas Dakwah PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an) menjelaskan bahwa setiap hukum yang ditetapkan atas illat (asal masalah / sebab), dan atas hal yang sama, hukumnya dapat berbeda, tergantung konteks dan keadaan.

“Misalnya, Nabi SAW pernah ditanya oleh dua orang yang berbeda tentang kebolehan mencium istri pada saat puasa. Nabi SAW memberi jawaban yang berbeda untuk kedua orang ini (boleh dan tidak boleh), mempertimbangkan keadaan kedua orang ini,” jelas Ustad  alumni Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, Brebes, Jawa Tengah itu, dalam acara Kajian Rumahan yang diadakan rutin di Bintaro.

Menurutnya, tujuan ditetapkannya hukum-hukum syariat Islam bertujuan untuk memberikan maslahat dan mencegah mudharat, baik yang sifatnya langsung atau tidak langsung.

Setelah mengamati bagaimana syariat Islam ditetapkan maka Imam Syatibi melihat lalu merumuskan bahwa ada lima tujuan syariat dalam setiap penetapan hukum, di antaranya:

  1. Hifzh ad-Din: Melindungi agama

2. Hifzh an-Nafs: Melindungi jiwa / kehidupan

3. Hifzh al-‘Aql: Melindungi akal

4. Hifzh al-Mal: Melindungi harta

5. Hifzh an-Nasab: Melindungi garis keluarga dan keturunan

Sebagai catatan, jelas Ustad Taufiq lagi, sebagian ulama menempatkan perlindungan jiwa di atas agama. Dua tujuan ini dapat ditempatkan bergantian tergantung keadaan dan keperluan.

Selain itu, di samping lima tujuan tersebut, penurunan hukum juga didasari tiga aspek dan keperluan, di antaranya: Dharuriyat (primer), hajiyat (sekunder), dan tahsiniyat (tersier).

Tujuan di balik penetapan syariat Islam, atau bagaimana Nabi menetapkan hukum syariat sangat diperlukan sebab banyak sekali manfaat yang akan didapat dalam memahami maqashid asy-syariah.

Baca Juga :  Pentingnya Sertifikasi Halal Menurut Syaikh Hasan Hitou

Dengan memahami tujuan syariat, maka hal itu dapat memandu umat Islam, dalam menetapkan hukum secara holistik. Adapun yang dapat membimbing umat untuk mengetahui tujuan di balik penetapan syariat adalah para ulama.

Yakni para ulama yang mengerti dasar-dasar ilmu hadis, tafsir, ushul fiqih, dll. Sehingga dapat melakukan perbandingan (tarjih) di antara dalil-dalil yang ada berdasarkan illat dan tujuan syariat yang terkandung di dalamnya. “Karena dengan wawasan yang luas, sikap kita akan luwes, sehingga kita berlapang dada atas perbedaan pendapat.” ujarnya.

Sebagai informasi, Kajian Rumahan adalah kajian keislaman dengan konsep homey yang diinisisi oleh masyarakat urban di suatu kompleks perumahan di kawasan Bintaro, yang bekerjasama dengan cariustadz.id, platform layanan untuk mencari ustadz yang dikelola oleh Yayasan Pusat Study Quran (PSQ) asuhan Prof. Quraish Shihab. Platform ini diluncurkan guna memudahkan masyarakat urban dan perkotaan mencari ustadz yang kompeten dan ramah untuk beragam kegiatan keagamaan, kajian keluarga, aqiqah, pernikahan dan pengajian rutin.

*Artikel ini dinarasikan dari catatan notulensi Kajian Rumahan tanggal 15 September 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here