Jumlah Pasien Corona Meningkat, Mufti Singapura Rilis Fatwa Penghentian Shalat Jumat Selama Dua Minggu

1
1080

BincangSyariah.Com – Mufti Singapura kemarin merilis fatwa penghentian shalat jumat selama dua minggu, pasca diumumkan bertambahnya jumlah pengidap COVID-19. Selain shalat jumat, aktivitas shalat berjamaah juga dihentikan sementara untuk menghindari kerumunan orang dalam jumlah yang banyak.

Aktivitas yang dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus dengan penutupan masjid selama dua minggu adalah melakukan pembersihan dan sterilisasi masjid sejak tanggal 13 (hari ini) sampai tanggal 17 Maret mendatang. Selain itu, kegiatan di masjid yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah besar seperti shalat jumat dan shalat jamaah ditangguhkan mulai hari ini sampai tanggal 27 Maret mendatang.

Keputusan ini diambil setelah 2 orang penduduk Singapura positif terinfeksi virus pasca menghadiri sebuah acara keagamaan di Malaysia pada 27 Februari – 1 Maret lalu. Mengutip Channel News Asia, tercatat ada 82 orang Singapura yang berangkat ke acara keagamaan tersebut, meski angka ini masih bisa berubah seiring dengan informasi yang terus masuk.

Informasi ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers oleh Masagos Zulkifli, Menteri Urusan Islam, bersama dengan Dr. Nazirudin Mohd Nasir selaku Mufti Singapura dan Esa Masood selaku pimpinan eksekutif MUIS. Penutupan masjid ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Singapura.

Dr. Nazirudin selaku mufti Singapura juga mendorong para guru agama yang memiliki kegiatan mengajar di masjid-masjid umum, untuk memindahkannya dalam bentuk kelas online dan berjanji akan memberikan bantuan sebisa mungkin. Ia juga memberikan penjelasan bahwa penutupan sementara kegiatan masjid tidak sama sekali bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca Juga :  Tamu Tak Boleh Memberikan Makan Suguhan Tuan Rumah ke Orang Lain

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here