Jodoh: Cerminan Diri atau Pelengkap Diri?

0
11862

BincangSyariah.Com – Benarkah jodoh atau pasangan hidup kita merupakan cerminan diri kita, sebagaimana yang pernah diungkapkan dalam firman Allah swt berikut ini

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya; Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS. An-Nur; 26)

Quraish Shihab menjelaskan bahwa jodoh bisa menjadi cerminan dan bisa jadi pelengkap. Sehingga dalam hal ini, pasangan suami Istri harus punya kesamaan-kesamaan, semakin kuat kesamaan itu maka semakin kuat hubungan, paling tidak persamaan itu ada empat.

Pertama, keduanya harus merasa sama-sama hidup. Hidup itu ditandai dengan tiga hal; tahu, gerak dan rasa. Keempat hal ini harus sama-sama dimiliki pasangan.

“Sehingga yang berpasangan harus sama-sama tahu jangan saling menyembunyikan sesuatu. Sama-sama bergerak jangan satu kiri satu kanan. Sama-sama punya perasaan sehingga sama-sama cinta,” ungkap cendekiawan Islam tersebut.

Dalam empat yang sama-sama ini juga ada unsur saling melengkapinya, lanjut Quraish Shihab. Contoh, keduanya sama-sama tahu tapi istrinya lebih pandai dari pada suaminya maka dia lengkapi suaminya dalam hal pengetahuan seperti dalam merawat anak. Lalu gerak juga begitu, jika suaminya tidak bisa bergerak dengan kuat seperti dulu kala, istri membantu.

“Seperti abi tidak bisa bergerak sekuat dulu, lalu dibantu istri agar sama-sama bisa bergerak,” ungkap Guru Besar Ilmu Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, itu.

Baca Juga :  Kondisi Orang Beriman dan Tidak Beriman saat Sakaratul Maut

Saling melengkapi terjadi secara alami ketika terdapat hal yang beda. Seperti satu perempuan satu laki-laki, ini yang paling menonjol dari setiap hubungan yang saling melengkapi. Karena setiap pasangan akan mendambakan buah hati, sehingga keduanya harus melengkapi.

“Yang jelas jodoh itu saling melengkapi, jadi dia cerminan diri sekaligus saling melengkapi,” jelas Abi Quraish.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here