Jimak di Siang Ramadan dalam Keadaan Lupa, Apakah Wajib Membayar Kafarat?

0
930

BincangSyariah.Com – Di antara perkara yang membatalkan puasa adalah melakukan jimak di siang hari bulan Ramadan. Bahkan dalam Islam, jimak merupakan pelanggaran berat yang wajib dihindari.

Jika seseorang melakukan jimak di siang hari bulan Ramadan, maka wajib membayar kafarat dengan membebaskan satu orang budak, atau berpuasa dua berturut-turut, atau memberi makan kepada 60 orang miskin.

Adapun perkara lain yang membatalkan puasa selain jimak tidak wajib membayar kafarat seperti melakukan onani di siang hari bulan Ramadan atau lainnya. Hal ini karena jimak di siang hari bulan Ramadan termasuk dosa besar dan menodai kemuliaan bulan Ramadan itu sendiri sehingga wajib ditebus dengan kafarat sebagaimana disebutkan di atas.

Namun demikian, kafarat ini hanya berlaku bagi puasa di bulan Ramadan saja, sedangkan puasa sunah dan lainnya tidak wajib membayar kafarat jika melakukan jimak di siang hari pada saat puasa, hanya saja puasa tersebut dinilai batal.

Lantas bagaimana jika seseorang melakukan jimak di siang hari bulan Ramadan karena lupa bahwa dia sedang berpuasa, apakah wajib membayar kafarat?

Syaikh Khatib Asysyarbini dalam kitabnya Mughil Muhtaj menyebutkan, jimak di siang hari bulan Ramadan tidak membatalkan puasa dan juga tidak wajib membayar kafarat apabila dilakukan dalam keadaan lupa bahwa dia sedang berpuasa. Beliau mengatakan;

الجماع ناسيا كالاكل ناسيا فلا يفطر به على المذهب

Jimak karena lupa seperti halnya makan karena lupa, maka tidak membatalkan puasa menurut pendapat mazhab (mazhab syafiiyah).”

Jika orang yang sedang berpuasa makan atau minum dengan sengaja di siang hari bulan Ramadan, maka puasanya batal dan wajib diganti di hari yang lain. Tetapi jika makan dan minum dalam keadaan lupa dia sedang berpuasa, maka hal tersebut dimaafkan dan puasanya tetap dinilai sah sehingga tidak wajib diganti di hari yang lain.

Baca Juga :  Keutamaan Merantau dalam Syair Imam As-Syafi’i

Begitu pula melakukan jimak di siang hari bulan Ramadan, jika disengaja maka puasanya batal dan wajib membayar kafarat. Tetapi jika karena lupa bahwa dia sedang berpuasa, maka puasanya tetap dinilai sah dan tidak wajib membayar kafarat.

Dalam kitab Bulughul Maram, Ibnu Hajar Alasqalani mencantumkan sebuah hadis riwayat Imam Alhakim yang menjelaskan bahwa apabila berbuka di siang hari Ramadan dalam keadaan lupa, termasuk di antaranya jimak maka puasanya tidak batal, sehingga tidak wajib diganti di hari yang lain dan juga tidak wajib membayar kafarat.

مَنْ أَفْطَرَ فِي رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلَا كَفَّارَةَ

Barangsiapa yang berbuka di bulan Ramadan dalam keadaan lupa, maka tidak ada qadha baginya dan juga tidak ada kafarat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here