Melawan Korupsi: Jihad Zaman “Now”

0
175

BincangSyariah.Com – Belum lama ini publik dicengangkan dengan ucapan seorang terpidana kasus suap yang sekaligus juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Pasalnya, Akil mempertanyakan kembali perihal status korupsi sebagai kejahatan luar biasa di depan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Lapas Sukamiskin, Bandung. Padahal diketahui, korupsi adalah sumber masalah utama yang menyengsarakan rakyat.

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dari Transparency International tahun 2017 menempatkan Indonesia di peringkat ke-96. Posisi ini masih sama dengan tahun 2016, artinya Indonesia masih dalam posisi stagnan. Di luar data statistik itu, masyarakat dengan mata telanjang dapat menyaksikan bagaimana sibuknya KPK memberantas korupsi, bahkan belakangan terdapat upaya-upaya untuk “melemahkan” KPK.

Kita sebagai masyarakat dan umat tak boleh tinggal diam membiarkan KPK bekerja sendirian. Jika muncul wacana bahwa korupsi bukanlah tindak kejahatan luar biasa dan juga upaya pelemahan KPK kerap terjadi, rakyat tak boleh tinggal diam. Kita harus bersuara dan membantu KPK, minimal memberikan dukungan penuh melalui kampanye sosial yang positif.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah banyak melakukan pengkajian mengeluarkan fatwa: NU berjihad melawan korupsi. Tak hanya NU, ormas Islam besar lainnya Muhammadiyah juga sama kerasnya dalam meneriakkan haram pada korupsi. Karena sejatinya, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad).

Tindak pidana korupsi banyak berkutat pada konflik kepentingan (conflict of interest), timbal balik (kickback), perdagangan pengaruh (trading in influence), serta pemilik keuntungan (benefical ownership). Hal ini harus dicegah sedini mungkin yang tentunya harus dimulai dari lingkup terdekat. Untuk membentengi generasi penerus pada korupsi, hal-hal tadi harus dapat dipahami sebagai hal yang jahat dan merugikan.

Baca Juga :  Kritik Hadis tentang Pembakaran Kaum Zindiq oleh Ali Bin Abi Thalib (II)

Melakukan pencegahan pada korupsi merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan, dar’ul mafasid wa jalbul-mashalih. Korupsi harus dicegah dari hulu, sedini mungkin. Dengan cara mengenali bentuk dan modus-modus korupsi dari hal terkecil saja di kehidupan sehari-hari, barangkali kita telah berusaha menjalankan jihad melawan korupsi. Dan tentu saja, kita juga harus mengawal dan membentengi KPK dengan cara-cara kreatif.

Terutama generasi milenial yang dekat dengan dunia maya, alangkah baiknya jika kampanye pencegahan korupsi dan pemberantasan korupsi bisa disemarakkan lewat jalur yang kreatif. Maka, pernyataan yang dilontarkan oleh Akil Mochtar yang menyangsikan tentang korupsi sebagai kejahatan luar biasa, bisa kita tolak dengan lantang.

Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Perampokan yang mencabik-cabik bangsa.
Jihad hari ini bukanlah jihad keras yang merusak. Melemparkan bom ke orang-orang yang tidak bersalah bukanlah jihad. Jihad hari ini adalah melawan korupsi, memberantasnya hingga ke akar-akarnya. Maka, semarakkanlah dunia maya sekarang juga: melawan korupsi adalah jihad “Zaman Now”.
Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.