Jari-jari Tangan Bau Seteleh Cebok, Apakah Dihukumi Najis?

0
1101

BincangSyariah.Com – Setelah kita melakukan cebok usai buang air besar (BAB), terkadang ada bau yang menempel di jari-jari tangan meskipun telah dibersihkan dengan air. Apakah hal itu dihukumi najis? (Baca: Doa Setelah Bersuci Usai Buang Hajat)

Jika kita melakukan cebok sehabis buang air besar, dan ternyata terdapat bau yang tidak sedap di jari-jari tangan meskipun telah dibersihkan dengan air, maka jari-jari tangan tersebut dihukumi najis karena bau tersebut menandakan adanya najis yang masih menempel.

Oleh karena itu, kita wajib membersihkan jari-jari tangan tersebut hingga bau bekas istinja’ hilang. Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa cara menyucikan najis adalah dengan menghilangkan semua sifatnya, yaitu rasanya, warnanya dan baunya. Jika di antara salah satu sifat ini masih ada meskipun hanya baunya, maka tetap dihukumi najis dan wajib dibersihkan.

Dan, jika bau yang menempel di jari-jari tangan tersebut masih menempel meskipun sudah dibersihkan dengan air berkali-kali, maka wajib menggunakan sabun atau digosokkan pada tembok sampai baunya hilang.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Busyral Karim bi Syarh Masa-il Al-Ta’lim berikut;

وتكفي غلبة ظن إزالة النجاسة، وشمها في يده دليل على نجاسة اليد فقط

Dan cukup dugaan kuat najis telah hilang, dan adanya bau najis pada tangan hanya menandakan najisnya tangan saja.

Meski jari-jari tangan dihukumi najis jika masih ada bau, namun kita tidak perlu mengulangi istinja’ dan membersihkan dubur lagi. Bau di jari-jari tangan hanya menandakan adanya najis di tangan saja, dan tidak menandakan adanya najis pada tempat keluarnya kotoran atau dubur.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Syarqawi ala Al-Tahrir berikut;

ولا يجب شم اليد فلو فعل ووجد رائحة الخارج فهو دليل على نجاسة يده فقط ولا يحكم على المحل بالنجاسة

Baca Juga :  Doa Selesai Buang Air Kecil/Besar

Dan tidak wajib mencium tangan, dan jika seseorang menciumnya lantas kemudian menemukan adanya bau kotoran yang keluar, maka hal itu hanya menandakan najis tangannya saja, dan tempat keluarnya kotoran tidak dihukumi najis. Wallahu a’lam bis showab wa bi murodih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here