Alsyami : Jangan Suriahkan Indonesia

0
679

BincangSyariah.Com – Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami)  mengungkapkan kekhawatiran akan adanya gerakan pola-pola syirianisasi yang mulai terasa di Indonesia, mengingat adanya Konflik horisontal bernuansa agama yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Hal itu diungkapkan dalam seminar  kebangsaan bertajuk ‘Jangan Suriahkan Indonesia’ di Jakarta, pada Kamis (01/11/18).

“Selalu, mereka memanfaatkan isu keagamaan untuk memanas-manasi masyarakat, jadi benar orang yang mengatakan ‘al-fitnatu naimah artinya fitnah itu tidur, sungguh dilaknat orang yang membangunkan fitnah itu. Apa fitnah itu? Ketika orang bilang aku-kamu, tidak ada lagi kita. Itu yang sekarang saya lihat di Indonesia,” jelas Ahsin Mahrus, Ketua Ikatan Pelajar Indonesia di Damaskus.

Ahsin juga mengutip ungkapan Syaikh Buthi tentang fitnah, beliau mengatakan, “ketika pintu fitnah dibuka, hanya orang-orang yang cerdas yang tahu pada permulaan fitnah, tapi orang bodoh hanya tahu bahwa ini fitnah ketika semua ini selesai.”  Mencegah itu diawal, bukan di akhir.

Mufti Damaskus, Syaikh Adnan Al-Afyoun, juga membenarkan bahwa konflik di Suriah terutama terjadi karena  propaganda agama. Tidak ada lagi yang bisa dimainkan di Suriah, kecuali celah agama. Mereka melakukan fitnah melalui agama.

Bukan tanpa alasan jika Ketua Dewan Rekonsiliasi Syiriah itu mengatakan bahwa agama satu-satunya celah melakukan fitnah, bukan isu kemiskinan.

Sebab Syiriah negara kaya dan makmur. Di Syiriah, pendidikan gratis mulai dari sekolah dasar sampai kuliah. Kesehatan gratis untuk semua tingkatan dan rumah sakit, dan segala sesuatu yang menyangkut kebutuhan pokok dipenuhi oleh pemerintah.

Syaikh Adnan mengingatkan Indonesia agar jangan saling menyalahkan dan agar selalu berpihak terhadap kepentingan orang banyak,  yaitu kepentingan negara. belajarlah dari perdamaian Hudaibiyah yang ketika itu bisa saja terjadi perang, tapi Nabi menenangkan para Sahabat sehingga tidak terjadi konflik.

Baca Juga :  Defia Rosminar, Sang "Qurrata A'yun" Peraih Medali Emas Taekwondo

“Karena agama itu menyatukan bukan memecahbelah. Agama seharusnya mengajarkan norma-norma yang baik dan mendorong manusia bekerjasama dan bersatu dalam sebuah negara” katanya.

Diskusi kebangsaan ini dihadiri oleh Syaikh Adnan Al-Afyoun; Mufti Damaskus sekaligus Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional Suriah, Djoko Harjanto; Duta Besar RI untuk Suriah, Ziyad Zahruddin; Duta Besar Suriah untuk untuk Indonesia, Ahsin Mahrus; Ketua Ikatan Pelajar Indonesia di Damaskus dan Ainur Rafiq al-Amin; eks HTI sekaligus Dosen UIN Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here