Jangan Meninggalkan Allah Saat Sedang Galau

0
156

BincangSyariah.Com – Sebagai manusia biasa, kita kerap menemui kegalauan dalam menjalani kehidupan. Satu hal yang perlu diingat: jangan meninggalkan Allah saat sedang galau. Kita boleh kehilangan keseimbangan dalam menjalani kehidupan, tapi jangan sekali-kali meninggalkan Sang Pencipta.

Dalam kondisi galau, kita dianjurkan untuk membaca doa riwayat Ibn Sunni sebagai berikut,

أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏

Aūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.”

Doa  tersebut bisa dibaca saat sedanggalau dan risau serta cemas menyergap di malam hari sehingga tidak bisa tidur. Doa ini pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. kepada sahabat Al-Walid ibn Walid,

روينا في كتاب ابن السني، عن الوليد بن الوليد رضي اللّه عنه أنه قال‏:‏ يارسول اللّه‏!‏ إني أجدُ وحشةً، قال‏:‏‏”‏إذَا أخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ‏:‏ أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏.‏ فإنَّها لا تَضُرُّكَ أوْ لا تَقْرَبُكَ

“Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibn Sunni dari Al-Walid Ibn Walid ra., ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah.’ ‘Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa, ‘A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.’ Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu.” (HR Ibn Sunni)

Baca Juga :  Benarkah Perempuan dan Laki-laki Tidak Boleh Ngopi Satu Meja?

Selain galau, manusia juga kerap dilanda rasa cemas. Dua perasaan tersebut tidak bisa dihindari. Setiap manusia pasti pernah mengalaminya termasuk galau tentang kehidupan dan rasa cemas tentang rencana yang tak sesuai dengan harapan. Meski sedang cemas dan galau, jangan tinggalkan Allah.

Lantas, bagaimana apabila seorang Muslim dilanda rasa cemas?

Berikut adalah doa yang bisa dibaca saat seseorang dipenjara oleh rasa cemas. Doa berikut diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ  جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ

Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.

“Mahasuci Tuhan yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Kau besarkan langit dan bumi dengan kemuliaan dan kekuasaan-Mu.”

Jangan tinggalkan Allah saat sedang galau dan cemas. Sebab bagi orang beriman, bersikap optimis adalah wujud dari keyakinan kepada Tuhannya yakni Allah Swt. Allah Swt. adalah sebaik-baiknya penolong dan pelindung. Oleh karena itu, optimisme mestinya tertanam dalam lubuk hati setiap Muslim..[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here