Jangan Mencela Ayam Jantan !, Ini Keutamaannya Menurut Nabi

0
584

BincangSyariah.Com – Mengapa kita tidak diperbolehkan mencela ayam jantan, sebagai salah satu ciptaan Allah. Mengapa? Sebagai hambanya yang lemah, kita meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh zat yang agung, yaitu Allah Swt. Selain menciptakan, Allah Swt juga memberikan fungsi dan keistimewaan pada setiap makhluknya. Sehingga, Semua makhluk yang ia ciptakan tidak ada yang sia-sia, Allah Swt berfirman,

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّار

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S Ali Imran: 191)

Syekh Ali Ash Shabuni dalam kitab tafsirnya, Shofwatu Tafaasir, menafsirkan kalimat Rabbana Ma Kholaqta Haadza Baathila (Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia) ialah meliputi penciptaan alam beserta isinya. Penciptaannya tidak bersifat sia-sia dan setiap ciptaanya mengandung hikmah di dalamnya. Sehingga, kita mengambil kesimpulan bahwa seluruh ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia.

Dari setiap makhluk ciptaan yang ada, ada sebagian yang nabi Muhammad Saw sebut secara khusus karena memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan, nabi Muhammad Saw melarang untuk mencelanya. Adapun di antara makhluk yang beliau sebut secara khusus ialah ayam jantan, nabi Muhammad Saw bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Jika kalian mendengar suara kokok ayam jantan, mohonlah kepada Allah karunia-Nya karena saat itu, ayam itu sedang melihat malaikat dan bila kalian mendengar ringkik suara keledai, mohonlah perlindungan kepada Allah, karena saat itu, keledai itu sedang melihat setan”.

Dari hadis di atas, kita bisa memahami bahwa suara kokok ayam jantan tersebut sebagai salah satu tanda hewan tersebut melihat malaikat, sehingga nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk berdoa ketika itu. Imam Badurddin al-Aini dalam kitabnya Umdatul Qori, menjelaskan alasan nabi Muhammad Saw menganjurkan berdoa saat itu.

Baca Juga :  Inilah Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadan

Alasanya ialah agar doa tersebut bisa diamini oleh malaikat sehingga membantu doa tersebut dikabulkan oleh Allah Swt. Bukan hanya itu, malaikat tersebut akan meminta ampun kepada Allah Swt atas orang yang berdoa tersebut dan menjadi saksi atas keihklasanya dalam berdoa.

Imam Ibnu Hajar al-Asqholani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan beberapa keistimewaan ayam jantan. Hewan ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki hewan lainya, yaitu mengetahui berapa lama waktu malam dan menandainya dengan suara kokoknya. Selain itu, ia akan berkokok menjelang terbit fajar dan setelahnya, yang dimana suara kokonya nyaris tidak pernah salah ketika itu. Hal ini bisa  membantu orang muslim untuk bangun melaksanakan salat tahajud dan Qiyamul Lail. Nabi Muhammad Saw bersabda:

لا تَسُبّوا الدّيكَ فإِنّهُ يُوقِظُ لِلصّلاَةِ

“Janganlah kalian mencela ayam jantan, sebab ia membangunkan (orang) untuk salat”.

Selain menyebutkan keistimewaanya, nabi Muhammad Saw juga melarang menghina ayam jantan, beliau bersabda:

لا تَسُبّوا الدّيكَ فإِنّهُ يُوقِظُ لِلصّلاَةِ

“Janganlah kalian mencela ayam jantan, sebab ia membangunkan (orang) untuk salat”.

Imam al-Qastalani menjelaskan dalam kitabnya Irsyadu as-Sari, bahwa setiap sesuatu yang mempunyai manfaat yang baik, tidak sepantasnya untuk dihina dan direndahkan. Justru itu harus dimuliakan dan diperlakukan dengan baik. Syekh Muhammad Syamsul al-Haq Abaadi juga menjelaskan, sesuatu yang membantu untuk menjalankan ketaatan kepada Allah itu tidak pantas untuk dihina, akan tetapi layak mendapat pujian. Dari semua penjelasan yang disebutkan, kita bisa memahami kenapa nabi Muhammad Saw melarang untuk menghina ayam jantan.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here