Jalan Tercepat Menuju Surga

1
769

BincangSyariah.Com – Sebuah syair mengatakan,

هَبْ الدُّنْيَا تُسَاقُ إِلَيْكَ عَفْوًا . أَلَيْسَ مَصِيرُ ذَلِكَ إِلَى انْقِضَاءِ،

وَمَا دُنْيَاكَ اِلَّا مِثُلُ ظِلٍّ  اَظَلَّكَ حِينًا ثُمَّ اَذِنَ بِالزَّوَالِ

Anggaplah dunia digiring padamu dengan mudah

Tetapi bukankah pada akhirnya ia akan hilang lenyap

Dunia bagaikan sebuah payung

Ia menanungimu sesaat saja

Lalu membiarkanmu berangkat lagi.

Pertanyaan penting kita adalah jalan manakah yang paling baik untuk kita tempuh menuju kembali kepada Allah? Para ulama dan para bijak bestari (hukama’) mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya banyak jalan menuju kepada-Nya. Tetapi jalan yang terbaik, termudah, dan tercepat yang dapat mengantarkan kepada tempat persinggahan terakhir kita, kembali kepada Tuhan, tempat kita berasal, dengan nyaman adalah memberikan pelayanan yang baik dan membagikan kegembiraan kepada manusia serta meniadakan atau mengurangi penderitaan mereka.

Sufi besar Abu Sa’id Ibn Abi al-Khair (w. 1049) ketika dia ditanya santrinya, “Berapa banyakkah jalan manusia menuju Tuhan?” (ma ‘adad al-thariq min al-khalq ila al-haqq), dia menjawab,

فِى رِوَايَةٍ اَكْثَرُ مِنْ اَلْفِ طَرِيقٌ. وَفِى رِاوَايَةٍ أُخْرَى الطَّرِيقُ اِلَى الْحَقِّ بِعَدَدِ ذَرَّاتِ الّمَوْجُودَاتِ. وَلَكِنْ لَيْسَ هُنَاكَ طَرِيقٌ اَقْرَبُ وَاَفْضَلُ وَاَسْرَعُ مِنَ الْعَمَلِ عَلَى رَاحَةِ شَخْصٍ. وَقَدْ سِرْتُ فِى هَذَا الطَّرِيقِ وَاِنِّى اُوصِى الجمِيعَ بِهِ.

Lebih dari seribu jalan–menurut riwayat lain, ia mengatakan, sebanyak partikel yang ada di alam semesta ini. Akan tetapi jalan yang terpendek, terbaik dan tercepat menuju Dia adalah memberi kenyamanan kepada orang lain. Aku menempuh jalan ini dan aku selalu memesankan ini kepada semua orang. (Asrar al-Tauhid fi Maqamat Abi Sa’id, h. 327-327).

Jawaban Syekh Abu Sa’id ini tampaknya diinspirasi oleh pernyataan Nabi ketika ditanya siapakah muslim itu. Beliau menjawab,

Baca Juga :  Pernah Mengambil Uang Haram, Wajib Bertaubat. Ini Dalilnya !

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِم النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ.

Seorang muslim adalah dia yang kehadirannya membuat orang lain merasa nyaman, tidak terganggu oleh ucapan dan perilakunya.

Imam Baihaqi dan Nasai, meriwayatkan hadis serupa,

الْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى دِمَاءِهِمْ وَاَمْوَالِهِمْ.

Seorang mukmin yang baik adalah yang membuat orang lain merasa aman jiwa dan hartanya.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

1 KOMENTAR

  1. Bismillah…
    Assalamualaikum…
    Yang saya hormati Guru KH. Husen Muhammad. Syiar yang guru sampaikan sungguh membuka serta menambah khazanah pengetahuan baik kepada saya selaku pribadi maupun kepada siapapun yang membacanya. Secara jujur dan terus terang saya sampaikan kepada guru KH. Husen Muhammad, dan mohon tanggapi secara positif. Begini guru, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melukiskan berupa gambar akan keindahannya sorga Allah SWT, sungguhpun di Kota Mekkah saat itu ada seorang pelukis yang ahli dalam bidang seni lukis. Sungguh Rasulullah sudah pernah diperlihatkan oleh Allah SWT akan indahnya sorga yang luasnya seluas langit dan bumi ketika dalam perjalanan Israq dan Mi’raj Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Memang pernah ada tatkala sahabat dan umatnya Rasulullah SAW bertanya seperti apakah sorga itu ketika Rasulullah SAW menyampaikan syiar. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan mengatakan bahwa sorgaNya Allah SWT itu Indah bahkan saking indahnya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Cukup demikian wahai guru, bahasa Rasulullah SAW menyampaikannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here