Maksud Hadis Jagalah Allah, Allah Akan Menjagamu

0
535

BincangSyariah.Com – Manusia merupakan zat yang lemah yang membutuhkan curahan daya dari Allah Swt untuk melakukan aktivitas di dunia ini. Tanpa restu dan curahan nikmat dari Allah kita bukanlah apa-apa, la haula wala quwwata illa billahil aliyyil azhim.

Namun, sadarkah kita bahwa Allah Swt yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih telah menginformasikan, melalui sabda Nabi-Nya, ajaran-ajaran yang membuat kita mendapatkan jaminan pencegahan dari Allah Swt. Mendapat jaminan penjagaan dari penguasa semesta Allah tentu bukan hal yang remeh, dia adalah anugerah yang patut kejar raih sebisa mungkin.

Suatu ketika, melalui penuturan Ibn Abbas ra., Nabi Muhammad Saw bersabda : “Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah, maka kamu akan mendapati Allah di sisimu, jika kamu meminta, maka mintalah hanya kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah kepada Allah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita amalan yang agung dan sangat menguntungkan bagi kita, yakni memperolah jaminan keamanan dari Zat yang Maha Merajai semesta ini.

Mengurai makna hadis tersebut, Sa’d bin Abdullah al-Hamid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menjaga Allah adalah menjaga kewajiban syariat-Nya serta menjauhi diri dari larangan-Nya, dengan demikian Allah akan menjaga kehidupan kita, dunia dan akhirat.

Menambahi penjelasan di atas, Doktor Ahmad Ubaydi Hasbillah dalam al-Fawaid al-Musthafawiyyah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan menjaga Allah adalah dengan menjaga sifat-sifat keagungan-Nya serta dengan senantiasa menjaga kehadiran-Nya di dalam diri, lisan, hati dan seluruh gerak-gerik kita. Dengan semua itu kita diharapkan mampu mengesakan Allah Swt dengan sebaik-baiknya.

Jika itu semua sudah dilakukan maka Allah akan membantu memenuhi hak-hak kita. Kita akan mendapatkan apa yang kita minta dan butuhkan, dan tentu kita akan mendapatkan perlindungan dari apa yang tidak bermanfaat buat kita dan dari segala hal yang bisa mencelakai kita, demikian urai pakar hadis asal Darussunnah tersebut.

Baca Juga :  Strategi Setan agar Manusia Enggan Bersedekah

Meminta kepada Allah Bukti Kepatuhan Kita pada Allah

Pada bagian lain Nabi mengajarkan kepada kita ihwal meminta pertolongan kepada Allah Swt.

إذا سألتَ فاسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله

jika kamu meminta, maka mintalah hanya kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah kepada Allah.

Secara tersurat perintah serupa juga disebutkan dalam surat al-Fatihah ayat 5

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

 Dalam surat yang selalu kita baca minimal 17 kali dalam sehari ini Allah menegaskan bahwa hanya diri-Nya lah yang seharusnya disembah oleh manusia.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat ini, bahwa kita tidak diperkenankan menyembah kecuali kepada Allah dan agar tidak bertawakal menyerahkan diri kecuali kepada Allah Swt, hal ini merupakan bentuk kesempurnaan ketaatan kita kepada Allah Swrt. Dan inti agama mengacu kepada makna ayat ini, ayat yang menegaskan bahwa penghambaan dan permintaan tolong hanya pantas dilayangkan kepada Allah Swt semata. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh sebagian ulama salaf, “al-Fatihah adalah rahasia dari al-Qur’an, dan rahasia tersebut terkandung pada kalimat ini :

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Wallahu A’lam Bisshowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here