Jadikan Lisan dan Jempolmu untuk Selalu Menyebut Nama Tuhan

0
1137

BincangSyariah.Com – Jika seseorang sudah terbiasa setiap hari bibirnya basah melantunkan dzikir, jempol jarinya sibuk memutar tasbih, maka jiwanua menjadi tenang, kotoran-kotoran batinya terkikis dibersihkan, sifat-sifat yang tercela di dalam jiwanya dibersihkan sehingga hatinya bercahaya dan tercerahkan.

Bibir mereka tidak bisa lagi untuk berkata yang dapat melukai dan menyakiti orang lain. Lidah mereka tidak mampu mencela dan menghina orang lain, karena justru mereka suka mencela dirinya sendiri untuk bermuhasabah diri. Lisan mereka tidak mampu lagi mengucapkan kata kebencian, kedengkian kepada orang lain.

Bibir, lidah dan lisan mereka sudah kelu merasakan dahsyatnya Cahaya Cinta dari Allah yang menghujam ke hati dan menyebar keseluruh tubuhnya. Sehingga yang diharapkan bersama dan bersatu dengan kekasih-Nya.

Jika hati sudah dipenuhi cinta kepada Allah maka bagaimana mungkin lisan dan bibirnya mencela dan menghina kepada orang lain.

Jika bibirnya selalu menyebut nama kekasih-Nya bagaimana mampu bibirnya menghujjat dan menyebarkan kebencian kepada makhluk-Nya.

Jika jempol jari sudah lebur dengan butiran-butiran tasbih untuk menghitung dan memanggil kekasih-Nya bagaimana mampu jempol jarinya untuk menulis tentang kebencian, kedengkian kepada orang lain.

Orang yang hatinya penuh dengan cinta pada Allah, maka mereka tidak suka menghina dan menjelekkan orang lain. Bagaimana mungkin kita mencintai Sang Pencipta tapi satu sisi kita suka menghina ciptaanya.

Manusia yang hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah, cahaya welas asihnya menyebar dari lisan dan prilakunya. Karena setiap hari selalu membaca arrahmanirrahim yaitu Maha Pengasih dan Penyayang.

Dalam doanya, Imam Ali Zain al Abidin mengatakan,

“ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar kiranya Engkau memenuhi hatiku dengan cinta pada-Mu, takut dari-Mu, kepercayaan pada-Mu, keyakinan terhadap-Mu, kekhawatiran dari-Mu dan kerinduan padaMu “. (Mîzân al Hikmah )

Baca Juga :  Zikir dengan Jaminan Masuk Surga yang Diajarkan Rasulullah

” Yakinlah, di Jalan-Cinta itu: Tuhan akan selalu bersama-Mu. ( Rumi )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here