Istilah Humazah dan Lumazah dalam QS. Al-Humazah, Apa Bedanya?

0
3177

BincangSyariah.Com – Qs. Al-Humazah adalah surat yang ke-104 dalan al-Alquran. Surat yang terdiri dari sembilan ayat ini termasuk golongan makkiyah. Secara bahasa, alhumazah berarti pengumpat. Nama surat tersebut diambil dari ayat yang pertama, yaitu,

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

Dalam Tafsir Jalalain (j. 2 h. 270), Imam Jalaluddin As-Suyuthi menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan humazah dan lumazah adalah orang yang banyak menyebarkan aib orang lain. Dalam artian suka melakukan ghibah. Ghibah sendiri diartikan sebagai hal menceritakan atau membicarakan orang lain dengan sesuatu yang tidak disenanginya. Definisi ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. dari Abu Hurairah ra.,

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال اتدرون ما الغيبة قالوا الله ورسوله اعلم قال ذكرك اخاك بما يكره قال افريت ان كان في اخي ما اقول قال ان كان فيه ما تقول فقد اغتبته وان لم يكن فيه فقد بهته

Anna rasulullah shollallahu alaihi wasallama qola: atadaruna malghibati? Qoluu: Allahu ‘alamu warasuluhu. Qola: dzikruka akhoka bima yakrohu. Qola: afaroayta in kana fi akhi ma aqulu? Qola: in kana fihi ma taqulu faqad ibtaghtahu, wa in lam yakun fihi faqod bahhatahu (HR. Muslim, Bulughul Marom hal. 337)

Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabada: Tahukan kalian apa yang dimaksud dengan ghibah? Para sahabat menjawab: Allah dan utusan-Nya yang lebih tahu. Rasulullah Saw. bersabda: (ghibah itu) menyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak disenanginya. Sebagian mereka bertanya: bagaimana pandanganmu apabila saudaraku memang seperti yang aku katakan? Rasulullah Saw. menjawab: jika dalam dirinya terdapat seperti yang engkau ucapkan, maka berarti engkau telah berbuat ghibah. Jika tidak demikian, maka engakau telah membuat-buat (fitnah).

Artinya, ghibah memang sebuah fakta, namun dapat menyakiti orang yang diceritakan. Baik berhubungan dengan sifatnya, fisiknya, pekerjaannya, dan lain sebagainya dari sesuatu yang dipandang memalukan. Jika tidak sesuai dengan realita, maka itu namanya fitnah. Tentunya ini lebih kejam lagi daripada ghibah. Karena telah membicarakan orang lain dengan sesuatu yang dibuat-buat sendiri (hoaks).

Baca Juga :  Beberapa Catatan tentang Penafsiran Milk al-Yamin ala Muhammad Syahrur

Kembali lagi pada Qs. Al-Humazah, dalam ayat pertama tersebut orang yang suka nge-gosip langsung diancam dipermulaan surat oleh Allah Swt. Ancaman ini berupa ancaman kecelakaan bagi ahli ghibah atau ancaman neraka wail baginya. Neraka wail sendiri adalah sebuah jurang di dasar neraka jahannam (lihat Tafsir Jalalain j. 2 h. 270).

Berkenaan dengan ayat tersebut, dalam Kitab Mukasyafatul Qulub, hal. 71, Imam Ghazali menukil dari sahabat Ka’ab ra., bahwa beliau berkata mengenai tafsiran ayat 1 Qs. Al-Humazah,

اشد العذاب للهمزة الذي يعيبك في الغيب واللمزة الذي يعيبك في وجهك والاية نزلت في الوليد بن مغيرة وكان يغتاب النبي صلى الله عليه وسلم والمسلمين في وجوههم ويجوز ان يكون السبب خاصا والوعيد عاما

Asyaddul ‘adzabi lilhumazati alladzi yu’ibuka filghaibi wallumazati alladzi yu’ibuka fiiwajhika walayatu nazalat fi alwalid bin mughiroh wa kana yaghtabunnabiyya shollallahu alaihi wasallama walmuslimini fi wujuhihim wayajuzu an yakunassababu khosson wal wa’iidu amman.

Paling dahsyatnya siksa adalah bagi Alhumazah, yaitu  orang yang membicarakanmu secara rahasia, dan bagi lumazah, yaitu orang yang membicarakanmu langsung di depanmu. Ayat ini turun berkenaan dengan Walib bin Mughiroh. Ia terbiasa membicarakan Nabi Saw. dan orang-orang islam langsung di depan mereka. Ayat ini sebabnya khusus, namun sebagai peringatan untuk semuanya (umum).

Dalam artian, humazah adalah orang yang sering melakukan ghibah di belakang orang yang diceritakan aibnya. Sedangkan lumazah adalah orang yang selalu menceritakan aib orang lain di depan mereka. Sungguh, siksa keduanya teramat pedih di akhirat kelak. Na’udzubillah.

Allah Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here