Islami Tapi Depresi? Simak Penjelasan Prof. Quraish Shihab

0
1118

BincangSyariah.Com- Pernahkah Anda menemui seseorang yang rajin ibadah, mengaji, dan termasuk dalam kategori sholeh, namun ia terlihat murung. Bahkan bisa dikatakan depresi?. Memang tidak dapat dipungkiri orang yang seperti itu ada di sekitar kita. Lalu apa yang menjadi penyebab dia terlihat depresi, padahal dia rajin ibadah? Bukankah sangat aneh jika hal tersebut terjadi pada orang yang terlihat “dekat” dengan Allah swt.?

Terkait dengan masalah tersebut, Prof. Quraish Shihab telah memberikan penjelasannya dalam kanal youtube semua murid semua guru bersama putri sulungnya Najeela Shihab pada segmen Hidup Bersama Al-Qur’an. Ep. 83: Islami Tapi Depresi sebagaimana berikut.

Ada pertanyaan dari seorang teman yang peduli sama teman yang lainnya, Bi. Dia cerita bahwa temannya ini sepertinya depresi, menangis tiada henti, gitu ya dan ingin membantu (temannya). Tetapi yang menurut dia aneh sebetulnya anak (remaja) ini sebetulnya usianya 15 tahun senang sekali dan rajin sekali beribadah. Tapi kenapa ya? Islami tapi depresi, itu pertanyaannya. Itu bagaimana Bi, kita melihatnya? Apa ibadahnya belum maksimal atau sebetulnya….

Dia belum Islami. Islam itu penyerahan diri kepada Tuhan. Tuhan yang disembah itu yang diajarkan oleh Islam tentang Tuhan itu adalah Maha Baik. Semua keputusanNya baik. Tidak jarang orang beranggapan bahwa sesuatu yang dialaminya buruk tapi sebenarnya itu baik buat dia. Nah sebenarnya teman ini, anak kita ini, itu sebenarnya memang dia sudah shalat, dia sudah puasa, dia sudah ini, tapi dia belum lagi merasakan kedekatan kepada Tuhan. Kedekatan yang menjadikan jiwanya menerima dan yakin bahwa Dia ingin baik sama saya. Keluhan saya Dia terima dan lain-lain sebagainya.

Jadi ritualnya dijalankan, ibadahnya dijalankan, tapi sebetulnya esensi tentang fungsi ibadah itu, esensi tentang keislaman itu mungkin belum utuh.

Baca Juga :  Bila Engkau Dihina Balaslah Dengan Kebaikan dan Doa

Sehingga dia selalu terbayang bahwa saya celaka, saya rugi saya ini, padahal kalau dia Islam, dia menyerahkan diri kepada Tuhan, dan menyatakan bahwa segala pilihanNya adalah yang terbaik, dia akan terima.

Dan sebetulnya satu lagi kalau kita bicara tentang orang depresi itu biasanya selain ketakutan atau kekhawatiran yang juga sering kali muncul itu merasa tidak ada harapan sih. Nah padahal sebetulnya semakin kita dekat kepada Tuhan, semakin kita beribadah, sebetulnya harapan itu tumbuh terus ya. Jadi bukan cuman pasrah dan berserah diri tapi sebetulnya jadi penuh harapan, gitu ya.

Betul betul.

Penuh harapan bahwa ada kekuatan yang lebih besar, yang menolong.

Dan kekuatan itu Maha Baik, Maha kasih.

Jadi bukan kekuatan yang akan menghukum atau menyalahkan dan menyulitkan hidup.

Tidak, tidak, sama sekali tidak.

Tapi justru yang menjadi sumber bantuan untuk kehidupan kita. Nah jadi kalau sebagai teman, memang rasanya juga kadangkala sulit sekali apalagi remaja menghadapi temannya yang depresi, tetapi yakinlah bahwa sebetulnya pada saat kita hadir tanpa menyalahkan dan justru menunjukkan sikap positif dan menunjukkan kebaikan hati, maka itu mudah-mudahan bisa jadi salah satu solusi. Tetapi untuk rasa depresi yang terus terjadi, saya juga sangat menyarankan untuk konsultasi dengan orang dewasa, konsultasi dengan orang profesional, sebelum menjadi lingkaran kesedihan yang semakin sulit untuk dihentikan. Karena tentu bantuan dari teman juga ada batasan-batasannya yang membutuhkan tetap bantuan profesional.

Dengan demikian, menurut Prof. Quraish Shihab orang yang terlihat Islami, rajin ibadah, dan sholeh tapi depresi, maka dia justru belum Islami. Karena pada dasarnya orang yang Islami adalah dia yang menyerahkan semuanya kepada Allah swt. Apapun yang terjadi pada dirinya akan dia terima dengan lapang dada, karena dia meyakini bahwa hal yang menurutnya tidak baik justru baik menurut Allah swt. begitu sebaliknya. Sehingga, tidak ada rasa khawatir sedikipun pada dirinya, karena dia selalu merasa dekat dengan Allah swt. dan memasrahkan semuanya kepadaNya. Allah swt. berfirman

Baca Juga :  Mengenal Iblis

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Q.S. Ar-Ra’d/13: 28).



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here