Islam dan Strategi Pengentasan Kemiskinan

0
1039

BincangSyariah.Com-Agama Islam adalah agama yang sempurna, Rahmatan li al-‘Alamiin (memberi rahmat seluruh alam). Ajaran Agama Islam tidak hanya mengajarkan suatu hal yang berkaitan dengan akhirat (Hablun min Allah), akan tetapi juga mengajarkan mengenai dunia, sosial (Hablun min an-Nas), yang ujungnya nanti untuk mencapai tujuan akhirat. Misi utama agama tidak hanya menjadikan seorang hamba berhubungan baik dengan Tuhannya, melainkan juga untuk mengangkat derajat manusia atas dasar spiritualitas dan moralitas yang tinggi. Agama tidak hanya seputar keyakinan terhadap Tuhannya, bahkan lebih dari itu, agama sejatinya dapat memberikan solusi atas problematika kehidupan.

Banyak di antara kita yang masih keliru memahami agama. sehingga masih banyak permasalahan di dunia ini yang belum terpecahkan. Seperti masalah kemiskinan. Kemiskinan bukanlah anggapan mengenai suatu takdir yang menimpa seseorang, akan tetapi secara perspektif ekonomi, kemiskinan adalah kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi, meningkatkan, dan mempertahankan hidup.

Kemiskinan berkaitan erat dengan kebodohan dan kemalasan. Oleh karena itu Rasulullah SAW diutus oleh Allah ke bumi untuk menyempurnakan akhlak. Sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad yang artinya “Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia”. Salah satu akhlak manusia yang harus disempurnakan adalah sikap kebodohan dan kemalasan yang berada dalam diri manusia. Karena kebodohan dan kemalasan akan mengarah kepada kefakiran, dan kefakiran dapat menjerumuskan seseorang ke arah kekufuran.

Kemiskinan adalah musuh semua agama. Jadi tidak hanya Agama Islam saja yang menyatakan perang kepada kemiskinan, akan tetapi semua agama yang ada di muka bumi ini juga menyatakan perang. Sebab, kemiskinan adalah salah satu faktor penyebab kemunduran dan kehancuran keberagamaan umat manusia. Oleh karena itu, Islam memandang bahwa kemiskinan merupakan ancaman dari setan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 268, yang artinya “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan”.

Baca Juga :  Penjelasan tentang Zakat untuk Hasil Pertanian

Agama menganggap persoalan mengenai kemiskinan merupakan hal yang serius. Maka dari itu perlulah solusi dan strategi untuk memecahkan problematika yang belum terpecahkan tersebut.

Islam Soslusi Pengentasan Kemiskinan

Islam Sebagai agama yang sempurna yang mengajarkan ibadah ritual, hubungan vertikal dengan Tuhan, hingga ibadah sosial, memiliki cara sendiri untuk mengatasi kemiskinan. Erna Kasypiah, dalam buku “Agama Dan Kemiskinan” yang diterbitkan oleh LK3 Banjarmasin (2011:114-119), merumuskan enam strategi  yang ada dalam ajaran agama Islam, yang dapst digunakan untuk mengatasi kemiskinan. Yaitu: (1) bekerja keras, (2) kepedulian sosial, (3) Saling  berbagi, (4) Membayar zakat, memberi infaq dan shadaqah, (5) ahli waris yang mapan, dan (6) pemimpin yang adil.

Pertama, Bekerja keras. Umat Islam dituntut untuk bekerja keras serta menghilangkan kebodohan dan kemalasan. Hal tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Sebagaimana ungkapan Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash yang mengatakan “bekerjalah untuk duniamu seakan kamu hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok”. Ungkapan tersebut mengajarkan kita untuk bekerja keras, karena kita tidak bisa berdiam diri saja untuk dapat menyambung kehidupan kita di dunia, serta kita juga diajarkan untuk tidak melupakan tugas kita sebagai hamba Allah yaitu beribadah.

Selain ungkapan itu, Allah juga berfirman dalam surat al-Jumu’ah ayat 10 yang artinya “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. Ayat di atas menjelaskan jika kita ingin menjadi orang yang beruntung, maka kita harus dapat menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akhirat.

Kedua, Kepedulian sosial. Agama Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjalin Ukhuwah Islamiyah, saling tolong menolong terhadap sesama. Jika ada saudara kita yang kekurangan dan membutuhkan bantuan, maka kita harus menjadi orang yang sensitif dan sigap untuk segera menolongnya. Jangan malah menjadi orang yang berpura-pura tidak melihat atas keadaan tersebut.

Baca Juga :  Ketika Dibegal, Sebaiknya Melawan atau Pasrah?

Ketiga, Saling berbagi. Islam mengajarkan umatnya untuk peduli kepada kaum miskin. Betapa Islam sangat peduli, hingga Islam menggolongkan orang yang tidak peduli terhadap kaum miskin ke dalam orang yang mendustakan agama. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ma’un ayat 1-3 yang artinya “Taukah kamu orang-orang yang mendustakan agama? itulah orang-orang yang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjadi orang yang dermawan, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Nasa’i, Muslim, dan Ahmad dari Abu Hurairah yang artinya “Tangan di atas (memberi) lebih baik dari pada tangan di bawah (Meminta)”.

Keempat, Membayar zakat, memberi Infak dan Shadaqah. Untuk mengatasi kemiskinan, Islam mewajibkan umatnya untuk mengeluarkan zakat. Baik zakat fitrah maupun zakat mal. Selain itu juga menganjurkan umatnya untuk memberi infak dan shadaqah kepada orang yang membutuhkan. Karena sesungguhnya di dalam harta benda kita terdapat hak orang miskin yang harus diberikan. sebagaimana firman Allah SWT dalam surat adz-Dzariyat ayat 19 yang artinya “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”.

Kelima, Ahli waris yang mapan. Islam menekankan kepada umatnya untuk memperhatikan ahli waris (keluarga) yang akan ditinggalkan. Jangan sampai mereka hidup dalam kesensaraan, kekurangan, dan jangan sampai mereka menjadi orang yang meminta-minta.

Keenam, Pemimpin yang adil. Islam menganjurkan umatnya untuk berbakti dan menaati Allah, rasul, dan pemimpin. Pemimpin yang dimaksudkan adalah pemimpin yang adil, yang memiliki akhlak mulia, jujur, amanah, dapat dipercaya, menyampaikan yang seharusnya disampaikan, professional, dan konsisten. Pemimpin dalam hal ini dapat pula diartikan sebagai pemerintah. Maka dari itu pemerintah memiliki tugas yang harus dilaksanakan yaitu mensejahterakan rakyatnya dan mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga :  Orang-Orang yang Terhalang Mendapat Berkah di Malam Nisfu Sya’ban

Akhir kata, semoga dengan strategi yang Islam tawarkan dapat kita paghami, renungkan dan selebihnya dapat kita terapkan bersama dalam kehidupan. sehingga dengan hal tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemiskinan bahkan dapat mengentaskan kemiskinan di bumi pertiwi ini. Aamiin. Wa Allahu A’lamu bi ash-Showaab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here