ISIS hingga Al-Qaeda Menuntut Pembalasan atas Teror Selandia Baru, Ini Kata Polri

0
280

BIncangSyariah.Com – Pasca kasus penembakan di dua masjid di kota Christchurch (15/03) yang telah menewaskan 50 orang, setelah sebelumnya berjumlah 49 orang, kelompok Al Qaeda dan Negara Islam Irak Suriah atau ISIS mengumumkan bahwa mereka akan menuntut pembalasan atas peristiwa teror yang terjadi ketika umat Islam setempat sedang menggelar salat Jumat.

Seperti dikutip dari CNNIndonesia, dua kelompok militan itu meminta para pengikutnya menyerang gereja-gereja sebagai aksi pembalasan penembakan di Selandia Baru. Berdasarkan info dari laman situs Site Intelligence Group, ISIS mengimbau supaya seluruh anggota maupun simpatisannya menyiapkan serangan balasan baik secara berkelompok ataupun seorang diri (lonewolf).

Dalam propaganda yang disebarkan kelompok militan itu, mereka menyebut bahwa teroris yang melakukan penembakan di Selandia Baru itu sebagai pasukan salib dan menyuruh semua simpatisannya melakukan aksi pembalasan.

Sebagaimana diketahui, aparat kepolisian Selandia Baru lantas menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan satu perempuan, terkait kejadian itu. Seorang pelaku, Brenton Tarrant, adalah warga Australia. Brenton menyatakan diri sebagai penganut ideologi ekstrem kanan dan supremasi kulit putih. Dia sempat mengirim manifesto pemikirannya sebelum melakukan aksinya.

Sementara di tempat terpisah, merespons hal tersebut, Polri mengimbau kepada seluruh polda-polda di Indonesia untuk melakukan antisipasi dan identifikasi kewilayahan sebagai aksi pencegahan dini pascateror di Selandia Baru. Dengan pelibatan masyarakat, Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal merasa yakin mampu menutup celah jaringan teroris di Indonesia. Polisi akan proaktif mengajak masyarakat mencegah aksi terorisme.

“Seluruh polda sudah melakukan secara proaktif secara standar operasional. Sebagai pencegahan dini mengajak seluruh masyarakat di titik ujung RT/RW, untuk bersama meningkatkan pengamanan,” ucap Iqbal di hadapan para wartawan di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/03).

Baca Juga :  Bertemu Habib Umar, Felix Siauw Minta Didoakan

Terlebih Polri tidak ingin ada aksi terorisme di Indonesia menjelang pemilihan umum (pemilu). Sehingga Densus 88 akan terus meningkatkan kinerjanya agar Pemilu 2019 tetap berjalan aman terkendali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here