ISIS Gagal Paham Soal Esensi Ajaran Islam

0
25

BincangSyariah.Com – Peristiwa penyerangan dua menara kembar di Amerika Serikat oleh segerombolan teroris pada sembilan belas tahun lalu (11/9/2011) telah meyisakan duka mendalam bagi umat manusia. Dalam insiden itu 3000 orang tewas. Dan mau tidak mau wajah Islam ikut tercoreng di mata dunia.

Aksi teror ini terus bergulir, bak tak ada ujungnya. Dalam melancarkan aksinya, mereka memakai beragam motif tempur. Dari meledakan bom, memberedel korban dengan senjata api, memperalat warga dengan iming – iming harta dan bidadari, memarginalkan kaum hawa hingga mengeksploitasi anak di bawah umur.

Para ekstremis ini tidak segan – segan menyiksa siapa saja yang tidak sepaham dengan mereka. Segala hal dilakukan seperti menyusupkan ancaman dan teror terhadap warga. Sebuah pembuktian atas eksistensi kehebatan atau lebih tepatnya kedunguan mereka.

Anehnya, tindakan yang begitu keji, bengis dan brutal itu tidak jarang dilakukan oleh oknum – oknum yang mengaku muslim. Dan mereka dengan dada membusung menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Lalu sebenarnya apakah betul perbuatan mereka itu sesuai dengan ajaran Islam ? Untuk mengetahui hal tersebut, mari kita ambil sampel aksi aksi satu organisasi teroris terhits di masa sekarang yaitu Negara Islam Irak dan Suriah atau yang populer dengan sebutan ISIS.

1.Penyiksaan Terhadap Non-Muslim

Dalam buku Islam bukan ISIS, Dr.Suaib dkk kisah – kisah kebrutalan ISIS terhadap non-Muslim, misalnya terhadap tawanan laki – laki. Diceritakan para tawanan disiksa hingga merenggang nyawa. Mereka dibunuh dengan cara diseret menggunakan kendaraan, digorok, ditenggelamkan hingga dibakar hidup – hidup.

Sementara tawanan wanita non-Muslim dipersekusi dengan cara diperkosa. Para militan ISIS membual bahwa saat 10 orang militan ISIS menyetubuhinya, perempuan non-Muslim tadi otomatis akan menjadi muslimah.

Dengan landasan tidak berdasar itu, mereka melakukan pelecehan seksual terhadap tawanan – tawanan non-Muslim dan melakukan pembunuhan secara biadab. Sungguh, perbuatan yang sangat jauh dari tuntunan agama bahkan menyalahi ajaran agama Islam itu sendiri.

Sejatinya Islam adalah agama rahmatanlil’alamin, artinya tidak hanya mengandung kebaikan untuk umat Islam tapi untuk seluruh alam. Hal ini sesungguhnya telah dicontohkan oleh Rasullullah. Sebagaimana tertera dalam buku – buku sirah, beliau merupakan sosok yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan persatuan.

Piagam Madinah layak jadi bukti konkret. Nabi memprakarsai perjanjian agar semua orang apapun latar belakang dan agamanya bisa hidup damai dalam sebuah struktur sosial. Beliau pun melarang umat Islam memaksa non-muslim untuk memeluk agama Islam apalagi mengganggu mereka.

Dalam peperangan, Islam menegaskan tidak boleh membunuh wanita dan anak – anak. Bahkan terhadap tawanan perang pun harus diperlakukan dengan baik dan adil. Dan Islam jelas – jelas melarang perlakuan buruk terhadap non-Muslim selagi mereka tidak memerangi umat Islam.

Baca Juga :  Kritik Hadis tentang Pembakaran Kaum Zindiq oleh Ali Bin Abi Thalib (II)

Sebagaimana tertuang dalam Surat Al Mumtahanah ayat 8 : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu”.

2.Memandang Rendah Wanita

“ISIS melakukan penyiksaan, perkosaan, hingga pembunuhan kepada perempuan tanpa memandang usia, tidak terkecuali kepada gadis – gadis di bawah umur yang mereka tawan. Para gadis yang berusia belasan atau belim genap 10 tahun itu mereka siksa terus menerus”. (Dr. Suaib Tahir dkk, Islam bukan ISIS hal.29)

“Perempuan – perempuan yang tidak menggunakan jilbab jika ditemukan di jalan – jalan maka akan diperkosa dan dipaksa memenuhi kebutuhan seksualnya kemudian menggilir perempuan itu kepada seluruh pimpinan – pimpinannya dan komandan – komandannya”. (BNPT, Waspada ISIS hal.17).

Penindasan yang mereka lakukan seperti perilaku di masa Jahiliah hanya berbeda model saja. Jika di masa Jahiliah anak – anak perempuan dibunuh karena takut membebani. Di masa sekarang ISIS membunuh mereka dengan bertopeng dalih agama.

Padahal jika membaca sejarah, Islamlah yang telah menghapus praktek – prektek amoral tersebut. Mengajarkan kita arti kebebasan. Artinya setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang tidak boleh dirampas oleh siapapun.

Oleh karenanya, jika memang para teroris ini benar – benar mengamalkan hukum Islam, seperti yang kerap mereka teriakan, seharusnya mereka menghapus segala macam kezaliman dan kejahatan, bukan malah sebaliknya.

Rasulullah pun sudah melarang umatnya agar tidak berbuat keji, tidak meneror, tidak memaksakan kehendak dan tidak merampas hak seorang wanita. Ingatlah Rasulullah pernah bersabda : “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.”.

3.Eksploitasi Anak

“Terdapat dua cara yang umum dilakukan ISIS terhadap anak – anak yang berhasil mereka tawan, yakni dibunuh secara langsung atau dibunuh secara perlahan dengan mempersiapkan mereka menjadi pelaku bom bunuh diri”. (Dr. Suaib Tahir dkk, Islam bukan ISIS hal.30).

Pembunuhan terhadap anak dan menjerumuskan mereka pada tindak kriminal sama sekali tidak dapat dibenarkan. Dalam ajaran Islam nyawa merupakan sesuatu hal yang teramat mahal sehingga menempati posisi puncak dalam disiplin ilmu maqashid.

Begitu pula nyawa seorang anak. Mereka memiliki hak hidup sama seperti orang dewasa. Sebagaimana Allah berfirman :Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka

Rasulullah sebagai tuntunan umat Islam pun amat menyayangi anak – anak. Sebagai contoh, tatkala beliau sujud dalam shalatnya, tiba – tiba Hasan bin Ali melompat ke pundak dan tengkuk beliau. Lalu Rasulullah mengangkat kepalanya dengan perlahan agar Hasan tidak terjatuh.

Terorisme Bukan Ajaran Islam

Dari sini bisa kita lihat bersama, bahwa klaim para teroris -ISIS dan sejenisnya – yang berkoar bahwa aksi brutal mereka berdasar ajaran agama Islam tidak lebih dari omong kosong belaka. Bagaimana pun juga agama Islam tidak pernah membenarkan kekerasan meski misalnya dengan tujuan yang baik.

Sejatinya, yang dikehendaki Islam adalah kebaikan, perdamaian, persaudaraan dan persatuan. Nilai – nilai yang sudah tentu akan membawa manfaat dan kebahagiaan bagi alam semesta.

Oleh karena itu, mereka yang mengecam, mengintimidasi, merugikan dan menghancurkan tatanan sosial masyarakat bisa dipastikan telah melenceng dari ajaran agama Islam itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here