Ironi Bangsa Religius

0
428

BincangSyariah.Com – Jika ujaran kebencian dan pengkafiran sesama muslim menyebar tiap waktu, intoleransi terus merebak, korupsi menjadi banal, dan kekerasan seksual terus menjalar, dan berbagai jenis atau macam kejahatan moral semakin berkembang, pertanyaan utamanya adalah siapakah yang salah atau bermasalah? Siapakah yang harus bertanggungjawab atas kondisi ini: apakah individu, sistem sosial, sistem pendidikan, sistem berpikir umat beragama, atau yang lain?

Bagaimanapun, semua kelakuan di atas adalah kejahatan moral dan pelanggaran kemanusiaan. Tidak ada satu agama dan etika kemanusiaan pun yang membenarkan semua itu. Semua menentang dan mengharamkannya.

Dan betapa ironisnya bahwa ia nyata terjadi dan tercatat dalam dokumentasi berbagai penelitian di bumi indah ini, Indonesia.  Sebuah negeri yang penuh dengan fasilitas dan sarana keagamaan.

Ada ratusan ribu masjid, ratusan ribu musala, ribuan pondok pesantren, ribuan madrasah dan beratus perguruan tinggi agama. Berbagai forum keagamaan digelar tiap hari di mana-mana. Majelis zikir dan salawat diselenggarakan tiap minggu dengan gegap gempita, mengharu-biru, dan meluluhkan hati. Ia adalah negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbanyak di dunia, dan sebagainya.

Semua infrastruktur dan ruang-ruang keagamaan itu tentu sengaja dibuat dan didirikan agar warga negara menjadi saleh, berbudi luhur, ugahari, berintegritas tinggi dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa.

Bagaimana bisa? Sikap dan cara pandang apologetik atau menuduh pihak lain guna merespons atau menjawab hal itu, saya kira tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus menyelesaikannya sendiri dengan, antara lain, melakukan otokritik atas apa yang kita lakukan selama ini.[]

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

Baca Juga :  Sukses Dunia Akhirat ala Rasulullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here