Inilah Racun Kehidupan dan Penyembuhnya

0
180

BincangSyariah.Com – Madu dan racun adalah dua hal yang berbeda dan nyata. Madu memberisakan rasa manis dan juga menyembuhkan, racun sebaliknya. Adapun racun kehidupan tidak hanya berupa racun yang mematikan, namun ada kalanya kita bertemu dengan racun kehidupan yang tanpa sadar kita meneguknya. Akibatnya, efek-efek negatif silih berganti hadir bergantian.

Lantas seperti apakah racun kehidupan yang dimaksud itu? Disebutkan dalam kitab Madarijus Salikin bahwa Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

الذنب بمنزلة شرب السم، والتوبة ترياقه ودواؤه، والطاعة هي الصحة والعافية

Perbuatan dosa itu ibarat seseorang yang meminum racun. Maka taubat yang akan menawarkan dan mengobati racun tersebut. Dan ketaatan kepada Allah yang akan menyebabkan dia sehat wal afiat.”

Tidak asing, faktanya racun kehidupan itu berupa setiap perbuatan dosa yang dilarang oleh agama. Semakin sering kita melakukannya, maka semakin banyak racun yang terteguk dan ini tentu membahayakan untuk kesehatan hati dan perilaku sehari-hari. Bagaimana tidak, setiap perbuatan dosa yang telah diperbuat akan meninggalkan jejak noda hitam, yang mana semakin banyak noda hitam berkumpul, maka semakin parah pula kondisi kesehatan hati seseorang. Akibatnya, jiwa akan merasa berat untuk melakukan perbuatan amal shaleh.

Tidak hanya itu, rahmat dan ridha Allah juga semakin menjauh dan membuat warna kehidupan  semakin tidak cemerlangr. Sebab orang yang tidak mengikuti petunjuk Allah, maka ia akan sesat dan sengsara. Dan ayat dibawah ini menjelaskan lebih gamblang.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. [Thaha/20:124]

Menurut tafsir Ibn Katsir dijelaskan bahwa ia tidak akan mendapatkan ketenangan dan ketenteraman. Hatinya gelisah yang diakibatkan kesesatannya. Meskipun dhahirnya nampak begitu enak, bisa mengenakan pakaian yang ia kehendaki, bisa mengkonsumsi jenis makanan apa saja yang ia inginkan, dan bisa tinggal dimana saja yang ia kehendaki; selama ia belum sampai kepada keyakinan dan petunjuk, maka hatinya akan senantiasa gelisah, bingung, ragu dan masih terus saja ragu. Inilah bagian dari kehidupan yang sempit.

Baca Juga :  Tiga Adab Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Adapun untuk mengobati racun yang sudah ada dalam jiwa, maka taubat adalah solusinya. Kembali ke jalan Allah dengan mengakui setiap dosa yang telah lalu, berjanji tidak mengulangi, dan merajut kembali rahmat Allah dengan menjalankan apa yang diwajibkan. Dengan demikian, tentu jiwa tidak adakan mengajak sosok raga menuju jalan yang tidak dibenarkan. Karena hati sudah tidak lagi beracun, maka yang hadir adalah ketaatan kepada Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here