Inilah Orang-orang yang Tidak Dihisab di Akhirat

1
5768

BincangSyariah.Com – Kelak akan hadir sebuah hari dimana setiap anggota badan kita akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan yang kita lakukan, sedangkan mulut kita terkunci. Hari tersebut dikenal dengan hari perhitungan (yaumul hisab). Allah sering mengingatkan kita untuk melakukan intropeksi diri dan merenungkan apa-apa yang telah kita perbuat di dunia. Sebab pada hari peritungan tidak ada tempat bagi dusta, kepalsuan, dan pembantahan.

Hari perhitungan (yaumul hisab) akan terlihat menyeramkan di mata setiap manusia. Namun tahukah kita jika ada sebagian golongan manusia yang bebas dari segenap pergitungan tersebut? Iya, mereka tanpa hisab di akhirat.  Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba’alawi dalam kitab  Is’adur Rofiq menyebutkan sejumlah orang yang tanpa hisab di akhirat kelak adalah sebagai berikut:

فائدة: ورد في الأحاديث أن من ابتلى بذهاب بصره أو غيره من البلايا فصبر حتى يلقى الله، ومن مات بطريق مكة ذاهبا أو آيبا، وكل رحيم صبور، وطالب العلم، والمرأة المطيعة لزوجها، والبار بوالديه، والماشي في حاجة أخيه المسلم، ومن ربى صبيا يقول “لا إله إلا الله”، ومن مات ليلة الجمعة أو يومها، ومن بلي بمصيبة في بدنه أو ماله فصبر، ومن قرأ سورة القدر بعد وضوئه ثلاثا، ومن حفر بئرا بفلاة إيمانا واحتسابا، لا يحاسبون.

pemberitahuan tersebut terdapat dalam banyak hadits bahwa orang-orang berikut ini tidak akan dihisab di hari kiamat. Mereka adalah orang yang diuji dalam bentuk kehilangan penglihatan atau ujian lainnya lalu bersabar hingga wafat, orang yang wafat di tengah jalan baik menuju Mekkah maupun sepulangnya, setiap orang penyayang lagi penyabar, perempuan yang ta’at kepada suaminya, orang yang berbakti kepada orang tuanya, orang yang berjalan untuk membantu orang lain yang sedang memiliki hajat, orang yang mendidik anak kecil mengucap “La ilaha Illallah”, orang yang wafat siang atau malam Jum’at, orang yang kena musibah pada fisiknya atau hartanya lalu bersabar, orang yang membaca surat Al-Qodar sebanyak 3 kali usai berwudhu, dan orang yang membuat sumur di tanah lapang secara ikhlas untuk kepentingan umum.

 

Penjelasan tersebut menyebutkan bahwa mereka yang tidak akan dihisab adalah orang yang menerima ujian dengan sabar, orang yang meninggal ketika hendak pergi atau pulang dari Mekkah, orang penyayang, perempuan yang taat kepada suami, orang yang berbakti kepada orang tua, orang yang membantu hajat orang lain, orang yang mengajarkan kalimat “lailaha illallah”, orang yang meninggal hari jum’at, orang yang istiqamah membaca surat al Qadr setelah berwudlu, dan orang yang ikhlas membuat sumur untuk kepentingan umum.

Kriteria orang yang bebas hisab di atas bisa dijadikan patokan untuk kita semua agar bisa menjadi orang istimewa dengan beberapa amal saleh tersebut. Walaupun kita tercipta sebagai manusia yang kadang sering lupa dan kilaf, namun tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi orang pilihan Allah yang bebas hisab di akhirat. Amin

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here