Inilah Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadan

0
1818

BincangSyariah.Com – Allah Swt berfirman dalam surah al-Jum’ah: 8,

قُلْ إِنَّ المَْوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. al-Jumu’ah: 8)

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Meski pun dia berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kematian dengan ribuan dokter dan triliunan dolar untuk mencegah kematiannya, maka tidak akan pernah bisa.

Karena kematian itu merupakan ketetapan Allah SWT kepada siapa pun mahluk yang bernyawa. Termasuk manusia. Sebagai makhluk Allah yang beriman tentu umat Islam tidak ingin matinya itu sia-sia. Setiap orang mengharapka  agar kematiannya husnul khatimah dan meninggal dunia di hari yang baik, seperti di hari Jum’at.

Selain itu, tentu banyak hari baik lagi. Misalnya di bulan Ramadan. Apakah ada keistimewaan meninggal dunia di bulan Ramadan?

Setidaknya, banyak keberkahan yang ada di bulan Ramadan ini. Pertama, Nabi Saw. menyambut bulan Ramadan dengan gembira. Tidak sama dengan bulan-bulan yang lainnya. Jika Ramadan tiba, Nabi Saw. mengumumkan kepada sahabat beliau dengan riang.

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ

“Wahai sahabat-sahabatku. Bulan Ramadan telah tiba menemui kalian. Bulan (penuh) berkah. Allah mewajibkan puasa kepada kalian.” (HR. Nasa’i dan Ahmad)

Di bulan Ramadan ini, pintu-pintu urga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan dibelenggu.

Pada bulan yang istimewa ini terdapat suatu malam yang mulia dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar. Di setiap hari Ramadan, ada hamba-hamba yang dibebaskan dari siksa neraka.

Baca Juga :  Hukum Menyalati Jenazah di Luar Masjid

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah)

Lalu, apa keutamaan meninggal dunia di bulan Ramadan?

Secara khusus, tidak ada dalil dalam alquran atau hadis yang menjelaskan keutamaan meninggal di bulan Ramadan atau di waktu tertentu. Syekh Ibnu Utsaimin r.a menjelaskan:

وكل حديث ورد في فضل الموت في يوم معين فإنه ليس بصحيح لأن الثواب على الأعمال التي تقع من العبد اختياراً.

“Hadis-hadis yang menerangkan keutamaan meninggal di hari tertentu tidak ada yang sahih. Karena pahala seorang bergantung pada amalannya, itulah yang bisa dia usahakan.”

Namun, ada hadis menerangkan keutamaan meninggal dunia saat sedang puasa:

من قال لا إله إلا الله ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن صام يوماً ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة، ومن تصدق بصدقة ابتغاء وجه الله ختم له بها دخل الجنة.

“Siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.”

Siapa berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.

“Siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad)

Namun, Ramadan adalah waktu yang mulia, penuh dengan keistimewaan seperti yang tersebut di atas. Sehingga seorang yang meninggal diwaktu mulia seperti ini, pertanda baik dan ada tambahan rahmat untuknya jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan beramal salih. Bisa dikatakan, meninggalnya seorang yang salih di bulan yang mulia ini, adalah tambahan kabar gembira untuknya dan untuk keluarga yang dia tinggal.

Baca Juga :  Cara Merawat Bagian Tubuh yang Diamputasi

Nabi Saw. menerangkan tentang husnul khotimah:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يوفّقه لعملٍ صالحٍ قبل موته

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya. Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?”
tanya para sahabat. Rasulullah Saw. menjawab, “Dia dimudahkan untuk beramal salih sebelum meninggal.” (HR. Ahmad)



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here