Inilah Diantara Syarat Dikabulkannya Doa

1
173

BincangSyariah.Com-  Hampir dalam keseluruhan aktifitas kita ada doa-doanya tersendiri mulai dari doa bangun dari tidur sampai doa akan tidur itu kembali semuanya memiliki doa,  baik doa yang diajarkan oleh Nabi-nabi terdahulu, doa yang diajarkan oleh Rasulullah dalam hadist-hadistnya, maupun yang diajarkan oleh para ulama.  Bahkan banyak sekali kita temui adanya buku-buku atau kitab-kitab yang isinya khusus  mengajarkan tentang doa-doa. Semua kita berharap bahwa setiap doa yang kita pintakan kepada Allah swt dikabulkan-Nya. Dengan dikabulkannya doa kita tersebut maka sesuailah harapan kita dengan kehendaknya Allah swt.

Sama seperti ibadah lainnya, doa juga memiliki syarat-syarat tertentu supaya doa tersebut diterima oleh Allah swt. Seperti yang dikutip dalam kitab Ad-Dzikru wa ad-Du’a wa Al-‘Ilaj bi Al Ruqa yang disusun oleh Sa’id bin Ali bin Wahfi Al Qahthani menjelaskan tentang syarat dikabulkannya doa,

  1. Yaitu dengan memurnikan niat ikhlas dalam berdoa tanpa adanya menyekutukan Allah, tanpa mengharapkan perhatian dari orang lain (ria), ataupun mengharapkan mendapatkan nama baik atau popularitas. Adapun perintah Allah supaya ikhlas dalam semua ibadah termasuk ketika berdoa adalah terdapat dalam Q.S Al A’raf [7]: 29,

قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِالْقِسْطِۗ وَاَقِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۗ كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَۗ

“Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula

  1. Percaya dan yakin bahwa doa kita akan di Ijabah oleh Allah swt. Karena mengijabah suatu doa dan perkara lainnya merupakan suatu perkara yang sangat mudah bagi Allah swt. Hal ini berdasarkan firman Allah swt dalam Q.S Al Nahl [16]: 40,
Baca Juga :  Doa Agar Terhindar dari Perbuatan Zina

اِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ اِذَآ اَرَدْنٰهُ اَنْ نَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ࣖ

“Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.”

Dari ayat diatas kita harus yakin dan percaya bahwa seluruh doa-doa yang kita haturkan kepada Allah swt akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah didalam hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, yang diriwayatkan dari Abi dzar bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

…يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

“… Hai Hamba-Ku,sendainya orang-orang yang terdahulu dan orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri diatas bukit untuk memohon kepada-Ku kemudian masing-masing Aku penuhi permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada disisi-Ku melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan kedalam lautan…”

  1. Menghadirkan hati (tidak lalai), berkeinginan dan Khusyu’ dalam berdoa. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw yang terdapat dalam kitab Sunan Al Tirmidzi yang diriwayatkan dari Abi Hurairah:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Dari Abi Hurairah ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw: berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin dan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

  1. Bersungguh-sungguh, serius, dan tidak boleh mengatakan dalam berdoa “jika Engkau menghendaki, berilah aku”. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya yang diriwayatkan dari Anas bin Malik:
Baca Juga :  Ini yang Harus Dilakukan Saat Mimpi Baik atau Buruk

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِى الدُّعَاءِ وَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِى فَإِنَّ اللَّهَ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ

“Dari Anas bin Malik ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw: apabila salah seorang kamu berdoa kepada Allah, hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam berdoa, dan jangan mengatakan , Yaa Allah jika Engkau menghendaki maka berilah aku, sebab Allah sama sekali tidak ada yang bisa memaksa”

 Itulah diantara syarat-syarat diterimanya doa seseorang yang dikutip dari kitab Al Dzikru wa al Du’a wa Al ‘Ilaj bi Al Ruqa… Wallahu Ta’ala A’lam..

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here