Inilah Ciri Orang yang Rendah Hati Menurut Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad

0
1085

BincangSyariah.Com – Tidak sedikit dari kita yang tetiba berubah jadi angkuh, sombong, dan merasa paling baik dibandingkan orang lain ketika sudah memiliki gelar yang mentereng atau ilmu yang tinggi. Mengapa demikian? Ini karena mereka belum memiliki sifat rendah hati dalam dirinya, sehingga dirinya merasa paling baik di antara yang lain. Di sisi lain Hasan al Basri berkata bahwa apabila orang rendah hati melihat orang lain, dalam hatinya ia berkata, “Dia lebih baik dariku.” Rendah hati adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun tanpa terkecuali. Yang demikian merupakan anjuran Allah dalam QS Asy Syur ayat 215:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.

Untuk mengetahui bagaimana karakteristik orang rendah hati itu? Ada sebuah penjelasan Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitab Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah, beliau menuliskan sebagai berikut:

فمن أمارات التواضع حبُّ الخمول وكراهية الشهرة وقبول الحق ممن جاء به من شريف أو وضيع. ومنها محبة الفقراء ومخالطتهم ومجالستهم. ومنها كمال القيام بحقوق الإخوان حسب الإمكان مع شكر من قام منهم بحقه وعذرمن قصَّر.

 “Tanda-tanda orang rendah hati’, antara lain, adalah lebih senang tidak dikenal dari pada menjadi orang terkenal; bersedia menerima kebenaran dari siapapun asalnya baik dari kalangan orang terpandang maupun dari kalangan orang yang rendah kedudukannya; mencintai fakir miskin dan tidak segan-segan duduk bersama mereka; bersedia mengurusi dan menuanikan kepentingan orang lain dengan sebaik mungkin; berterima kasih kepada orang-orang yang telah menunaikan hak yang dibebankan atas mereka, sementara memaafkan mereka yang melalaikannya.”

Baca Juga :  Keutamaan Orang yang Memberi Hutang

Karangan Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad mengungkapkan bahwa karesteristik orang rendah hati itu adalah mereka berambisi untuk menjadi orang yang terkenal. Hal ini bukan berarti ia tidak berjiwa sosial, melainkan ia tidak ingin menonjolkan kelebihannya di tempat umum yang dikhawatirkan akan berbelok arah pada arah yang tak diinginkan, semisal mencari popularitas dan pujian.

Selanjutnya adalah orang rendah hati itu bisa menerima kebenaran dari siapapun, baik dalam keadaan suka maupun tidak suka. Baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Di sinilah terlihat jika orang rendah hati itu tak sedikit pun pernah manganggap orang lain remeh. Justru karena ia selalu menghormati orang lain, ia akan selalu dihormati di manapun berada.

Karakteristik orang rendah hati yang disebutkan Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad adalah mereka yang mau bergaul dan merangkul fakir miskin, mau membantu orang yang membutuhkan tanpa memikirkan keuntungan lainnya, dan juga juga orang yang dengan mudah mengucapkan terimakasih kepada yang siapa saja membantunya. Orang rendah hati tentu mudah memaafkan kelalaian dan kesalahan orang lain .

Orang yang rendah hati tentu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Pemaparan sifat-sifat orang rendah hati di atas bisa kita jadikan role model untuk kehidupan kita sehari-hari. Banyak baiknya jika kita selalu memelihara sifat rendah hati yang terpuji ini meskipun kita sedang berada di atas atau sedang sukses. Harapannya adalah semoga kita bisa belajar sedikit demi sedikit menjadi makhluk yang memiliki sifat rendah hati tersebut. Aamin..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here