Ini Tujuh Orang yang Tak Ditanya Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur

0
2473

BincangSyariah.Com – Sebagai umat Muslim yang beriman, tentu kita memercayai azab dan nikmat kubur. Selain itu, di alam kubur nanti juga Malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya pada mayat mengenai amaliahnya selama ia hidup di dunia. Bahkan Imam al-Tirmidzi dalam Nawadirul Ushul, sebagaimana dikutip Ibn Hajar al-Asqalani, meriwayatkan dari Sufyan al-Tsauri demikian:

أَنَّ الْمَيِّتَ إِذَا سُئِلَ مَنْ رَبُّكَ تَرَاءَى لَهُ الشَّيْطَانُ فَيُشِيرُ إِلَى نَفْسِهِ إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَلِهَذَا وَرَدَ سُؤَالُ التَّثَبُّتِ لَهُ حِينَ يُسْأَلُ ثُمَّ أَخْرَجَ بِسَنَدٍ جَيِّدٍ إِلَى عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ كَانُوا يَسْتَحِبُّونَ إِذَا وُضِعَ الْمَيِّتُ فِي الْقَبْرِ أَنْ يَقُولُوا اللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Ketika mayat ditanyai (Malaikat Munkar dan Nakir), “Siapa Tuhanmu?” Setan langsung memperlihatkan dirinya pada mayat tersebut dan menunujuk pada dirinya sambil berkata, “Mayat, saya ini tuhanmu loh” Karena itu, terdapat keterangan mengenai doa komitmen keimanan untuk mayat ketika ditanyai malaikat di alam kubur. Imam al-Tirmidhi pun meriwayatkan hadis dengan sanad yang sahih dari ‘Amr bin Murrah yang mana para sahabat menyunahkan doa untuk mayat saat diletakkan ke dalam liang kubur. Doa tersebut adalah:

 اللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allahumma a‘idzhu minas syaithan (Ya Allah, selamatkanlah dia dari setan)

Terlepas dari hal di atas, menurut Syekh Ibrahim al-Laqqani dalam Hidayatul Murid, syarah Jauharatut Tauhid, ada tujuh orang yang ketika di alam kubur itu tidak ditanyai Malaikat Munkar dan Nakir sebagaimana berikut:

Pertama, orang yang beruzlah atau menyendiri di gua untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. dalam jangka waktu tertentu. Orang yang seperti ini biasanya adalah orang yang tidak menyukai hiruk pikuk duniawi yang sifatnya sementara. Kedua, orang yang mati syahid di medan perang untuk mempertahankan keimanannya pada Allah Swt.

Baca Juga :  Empat Fase Kehidupan Manusia

Ketiga, orang yang memercayai kebesaran Allah Swt., baik zahir maupun batin. Keempat, orang yang membaca surah al-Mulk secara istikamah pada setiap malam. Kelima, orang yang meninggal sebab busung lapar. Keenam, orang yang meninggal pada malam Jumat. Ketujuh, orang yang meninggal sebab bencana alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here