Ini Tiga Kesalahan yang Diampuni Allah

0
2519

BincangSyariah.Com – Pernahkah kalian melakukan kesalahan? Pastinya di antara kita ada yang pernah melakukannya. Namun, tahukah kalian, ada tiga kesalahan yang diampuni Allah swt. Hal ini sebagaimana diinformasikan oleh Nabi saw. di dalam hadis sebagai berikut.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللهَ وَضَعَ عَنْ أُمَّتِيْ الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ. رواه ابن ماجه والحاكم والبيهقي.

Dari Ibnu Abbas r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mengampuni (beberapa kesalahan) umatku dikarenakan keliru, lupa, dan karena dipaksa.” (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi).

Hadis tersebut menunjukkan kepada kita bahwa betapa Allah swt. telah memberikan anugrah dan kasih sayangnya kepada hambaNya. Sehingga Dia mau mentolelir tiga kesalahan yang kita lakukan diluar batas kuasa kita. Yakni dalam keadaan keliru, lupa, dan terpaksa.

Maksud dari keliru dan lupa ini adalah benar-benar dilakukan dengan tidak ada unsur kesengajaan. Yakni ia benar-benar luput dan lupa. Oleh karena itu, di dalam Al-Qur’an pun telah disebutkan

رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا… البقرة:286

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.” (Q.S. Al-Baqarah/2: 278)

Selain itu, Allah swt. juga mentolelir kesalahan kita yang disebabkan karena keterpaksaan. Bahkan ketika kita dipaksa kafir pun, Allah swt. masih mentolelirnya, namun di dalam hati tetap beriman kepada Allah swt.

 مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْأِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْراً فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ  النحل:106

Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar. (Q.S. An-Nahl/16: 106).

Selain itu, di dalam bab fiqih juga disebutkan bahwa bangkai pun menjadi halal dimakan bagi orang yang benar-benar terpaksa memakannya karena tidak ada makanan lain untuk menyambung hidupnya.

Jadi, semua hal yang berhubungan dengan hak Allah swt. dan telah diharamkan jika dilakukan dalam keadaan keliru/tidak tahu, lupa, dan terpaksa maka Allah swt. mentolelirnya. Namun jika hal itu berhubungan dengan hak adami/ manusia, maka tetap berlaku permintaan maaf kepada pihak yang dirugikan serta jaminan/ganti atas barang yang dirusak. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here