Ini Penjelasan Kalau Muharam adalah Bulan Allah

0
1316

BincangSyariah.Com – 1 September besok kita akan memasuki hari pertama di bulan Muharam pada tahun 1441 Hijriyah. Beberapa ulama menganjurkan kita untuk membaca doa akhir tahun sebelum waktu maghrib dan doa awal tahun setelah waktu maghrib. Begitu utamanya bulan ini sehingga dalam satu riwayat Nabi sampai berkata kalau Muharam adalah syahrullah (bulan Allah). Namun, apa penjelasan dari kata tersebut?

Di bulan Muharam ini, kita disunahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Muharam ini. Keutamaan berpuasa di bulan ini misalnya disebutkan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam kitab as-Sunan dan Ahmad dalam kitab al-Musnad, Rasulullah Saw. bersabda

ان كنت صائما شهرا بعد رمضان فصم المحرّم فإنه شهر الله، وفيه يوم تاب الله فيه على قوم ويتوب على آخرين

kalau engkau berpuasa sebulan setelah ramadan, maka berpuasalah di bulan muharam karena itu adalah bulan Allah. Di bulan itu ada satu hari Allah memberikan taubat kepada satu kaum, dan (akan) memberikan taubatnya (di hari itu juga) kepada kaum yang lain.

Menurut al-Munawi dalam karyanya Faydh al-Qadir, hari yang dimaksud pada hadis tersebut adalah hari ‘Asyura di bulan Muharam (terkait perdebatan soal Asyura, lihat disini). Ibn Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma’arif sendiri disebutkan kalau dalam sanad (jalur periwayatannya) masih diperdebatkan (diungkapkan dengan bahasa, wa fii isnaadihi maqaal). Namun, ini tidak mengurangi keabsahan keutamaan memperbanyak puasa di bulan Muharam. Karena ada banyak dalil lain yang menunjukkan bahwa berpuasa di bulan Muharam ini memiliki banyak keutamaan.

Ibn Rajab al-Hanbali menggambarkan makna puasa dan relasinya dengan sebutan bulan Allah. Penisbatan bulan Muharam sebagai “bulan Allah” (syahrullah) ditafsirkan oleh Ibn Rajab sebagai penisbatan praktik peribadatan yang utama dilakukan di bulan itu, yaitu puasa. Berikut pernyataan Ibn Rajab al-Hanbali,

Baca Juga :  Kitab Bahjat al-Wudluh: Di Dunia, Susah dan Senang itu Silih Berganti

الصيام سر بين العبد وبين ربه، ولهذا يقول الله تبارك وتعالى: كلّ عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنّه لي وأنا أجزي به، إنه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي. وفي الجنة باب يقال له “الرّيّان” لا يدخل منه إلا الصائمون. فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه غيرهم. وهو جنّةٌ للعبد من النار كجنّة أحدكم من القتال

Puasa adalah (ibadah) rahasia antara hamba dengan Tuhan-Nya. Karena itu Allah berfirman (dalam hadis Qudsi): “semua amalan anak Adam, itu kembali (ganjarannya) pada dirinya sendiri, kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untuk Aku, dan Aku sendiri yang akan memberikan ganjarannya (karena) ia meninggalkan menyalurkan syahwat (biologis), makan, dan minum demi Aku”. Dan, di surga nanti ada satu pintu masuknya yang disebut ar-Rayyan, yang tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang yang berpuasa. Maka ketika nanti orang yang berpuasa sudah masuk semua, pintu ditutup dan selain yang berpuasa tidak masuk. Puasa juga merupakan pelindung bagi seorang hamba dari api neraka, layaknya perisai kalian dari peperangan.

Semoga di bulan Muharam, bulan Allah ini, kita bisa memperbanyak ibadah puasa untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here