Ini Penjelasan al-Ghazali Soal Tanda Takutnya Hamba Pada Allah

1
2290

BincangSyariah.Com – al-Imam al-Ghazali dalam kitab Mukasyafatu al-Qulub mengutip al-Faqih Abu Laits soal tanda takutnya hamba pada Allah. Menurut Abu Laits, tanda tersebut terdapat pada tujuh bagian dari diri manusia itu sendiri,

Pertama, lisan. Jika seorang hamba takut kepada Allah maka ia akan takut untuk berkata bohong, menggunjing orang lain, mengadu domba, sampai melakukan tuduhan sana sini. Lisan hamba yang takut kepada Allah akan disibukkan dengan berzikir, membaca Alquran, dan mempelajari ilmu.

Kedua, hati. Hati hamba yang takut kepada Allah, akan tersisihkan sifat-sifat permusuhan, fitnah, dan iri kepada saudara sendiri. Ini sesuai dengan sabda Nabi saw.: “al-hasad ya’kulu al-hasanaat kamaa ta’kulu al-naaru al-hathob” (iri dengki menggerus kebaikan layaknya apinya memakan kayu bakar).

Ketiga, mata. Mata hamba yang takut kepada Allah bahkan tak mampu melihat yang haram baik dari makanan, minuman, bentuk pakaian, dan sebagainya. Bahkan, melihat dunia dengan penuh ambisi pun ia tidak bisa. Justru, matanya akan melihat dunia sebagai ladang untuk mengambil pelajaran.

Keempat, perut. Perut hamba yang takut pada Allah tidak akan dipenuhi dengan sesuatu yang haram.

Kelima, tangan. Tangan hamba yang takut kepada Allah tidak akan meraih hal-hal yang haram. Ada riwayat dari Ka’b al-Ahbar soal ini,

إن الله تعالى خلق دارا من زبرجد خضراء فيها سبعون ألف دار، في كل دار سبعون ألف بيت، لا ينزلها إلا رجل يعرض عليه الحرام فيتركه من مخافة الله تعالى

Sesungguhnya Allah menciptakan rumah besar dari batu pertama hijau, di dalamnya ada tujuh puluh ribu rumah besar. Di setiap rumah besar itu ada lagi tujuh puluh ribu rumah. Yang menempatinya tidak lain adalah orang yang ditawarkan yang haram, ia meninggalkannya karena takut kepada Allah”

Keenam, kaki. Kaki hamba yang takut kepada Allah tidak akan berjalan menuju kemaksiatan. Ia justru lebih banyak menuju tempat-tempat para ulama dan orang salih.

Baca Juga :  Cara Mudah Hadapi Orang dengan Sifat Dengki

Ketujuh, ketaatannya. Taatnya hamba yang takut pada Allah akan ikhlas, bahkan takut jika tercampur dengan perasaan riya’ dan munafik. Jika hamba itu sampai pada level ketaatan seperti itu, maka ia termasuk di dalam yang difirmankan Allah Swt. dalam Alquran,

والآخرة عند ربك للمتقين

Dan akhirat itu bagi Tuhanmu hanyalah untuk orang-orang yang bertakwa (al-Zukhruf: 35).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here