Ini Nasihat Agar Kita Tidak Menjadi Pendendam

0
1110

BincangSyariah.com – Dendam adalah keinginan yang keras di dalam hati untuk membalas kejahatan. Membalas kejahatan dengan kejahatan disebut balas dendam. Orang yang mempunyai keinginan untuk membalas kejahatan tersebut dinamakan pendendam.

Wujud dendam yang paling nyata adalah kemarahan dan kebencian yang memuncak. Seseorang yang dihinggapi dendam membara akan mencari jalan untuk mencemarkan, mencoreng, atau bisa jadi mencelakakan orang yang didendaminya sampai binasa. Hatinya tidak akan puas sebelum orang yang didendaminya merasakan kesakitan seperti yang pernah dialaminya.

Sudah menjadi tabiat manusia, ketika hatinya disakiti dia akan merasa sakit hati dan boleh jadi berujung menjadi rasa dendam. Walau demikian, bukan berarti kita harus dendam setiap kali pun dihina, dicaci maki, difitnah, bahkan hendak dibunuh.

Tak sedikit pun Rasulullah merasa dendam jika diperlakukan demikian, bahkah Rasulullah saw. membalas berbuat baik kepada orang-orang tersebut dan begitu ringannya beliau memaafkan.

Bagaimana jika ada orang lain menyakiti atau memperlakukan kita dengan tidak baik?

Agama Islam mengajarkan bahwa kita boleh membalas perbuatan orang yang telah menzalimi kita, tetapi jika kita memaafkan adalah jauh lebih baik dan mulia. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Asy-Syura ayat 40.

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Q.S Asy-Syura ayat 40)

Memaafkan mengandung pengertian menghapus luka atau bekas-bekas luka yang terdapat dalam hati. Dengan memaafkan kesalahan orang lain, berarti hubungan kembali baik dan harmonis karena luka yang ada dalam hati telah sembuh.

Baca Juga :  Hukum Minum saat Khutbah Jumat

Karena itu, perlu diingat bahwa dendam hanya akan membawa kesengsaraan, menghancurkan kebahagiaan, merusak pikiran dan harga diri kita. Cukuplah kiranya setiap Muslim menyadari sepenuhnya bahwa semua orang yang beriman itu bersaudara sehingga tak ada rasa dendam di hati ketika berselisih. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Quran surah Al-Hujurat ayat 10.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S Al-Hujurat ayat 10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here