Ini Keistimewaan Orang yang Bertakwa dan Berakhlak Mulia

0
872

BincangSyariah.Com –Kata takwa sudah amat akrab di telinga kita. Tiap khutbah Jumat sang khotib senantiasa menyerukannya. Bahkan di tiap bulan Ramadhan, kata taqwa pun menghiasi ceramah-ceramah atau kultum-kultum yang diadakan. Taqwa adalah bekal hidup paling utama. Begitupun dengan akhlak mulia, Rasulullah menganjurkan untuk bertakwa dan mengiringinya dengan akhlak yang dimanapun berada. Hal tersebut menandakan bahwa agama Islam terdiri dari hablun minallah dan hablun minannas. Sebagaimana sabda Rasulullah:

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun berada, dan sertailah kemaksiyatan dengan amalan kebaikan maka niscaya kebaikan itu akan menghapus (gelapnya) dosa keburukan, serta berinteraksilah dengan manusia dengan akhlak yang mulia” (HR Ahmad)

Lantas bagaimanakah jika takwa dan akhlak mulia itu sudah melebur dalam satu jiwa? Ketika takwa dan akhlak menyatu, maka akan lahir sebuah hubungan yang baik antara hamba-Tuhannya dan sesama manusia. Dengan takwa, kita bisa menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik, perbuatan keji dan dosa-dosa besar. Dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang, rahmat Allah turun. Allah pun ridha iadengan kehidupan kita. Dengan romantika yang seperti itu, tentu menjadi baiklah hubungan kita dengan Allah.

Begitupun dengan aklak yang mulia, ia akan mendapatkan kepuasana hati yang disebabkan oleh jiwanya yang tak pernah menyakiti orang lain. Ia terus memberikan kebahagiaan kepada orang di sekitarnya. Jika demikian nyatanya? Bagaimana mungkin hubungan sesama manusia tidak baik, jika akhlak yang mulia senantiasa menghiasi? Disinilah terungkap bahwa akan hadir sebuah hubungan yang sangat teramat baik antar hamba-tuhannya dan juga sesama manusia jika takwa dan akhlak mulia disatukan. Dalam kitab Al-Fawaid, Ibnul Qayyim memaparkan:

Baca Juga :  Tiga Hal yang Membuat Seseorang Takut Menghadapi Kematian Menurut Quraish Shihab

قال ابن القيم جمع النبي [صلى الله عليه وسلم] بين تقوى الله وحسن الخلق لأن تقوى الله يصلح ما بين العبد وبين ربه وحسن الخلق يصلح ما بينه وبين الخلق فتقوى الله توجب له محبة الله وحسن الخلق تدعو الناس إلى محبته

Ibnul Qayyim berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyatukan takwa kepada Allah dan akhlak mulia karena takwa kepada Allah memperbaiki hubungan antara hamba dan Rabb-nya, sedangkan akhlak mulia memperbaiki hubungan di antara sesama makhluk.

Keistimewaan yang luar biasa ketika takwa dan aklak mulia melebur jadi satu. Takwa membawa kita untuk terus berasa di jalan yang diridhai Allah, tentu akan menghadirkan hubungan yang sangat baik dengan-Nya. Dengan akhlak mulia, kita akan terus menebar kasih dan sayang kepada sesama, sehingga tak ada perpecahan yang memicu keresahan. Yang demikian akan menghadirkan hubungan yang baik antar sesama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here