Ini Indikasi Orang yang Sakit Mentalnya

0
203

BincangSyariah.Com – Banyak orang berpikir bahwa orang yang sehat adalah yang jarang sakit secara fisik. Namun ibarat pepatah Latin menyebutkan “Mens Sana In Corpore Sano” yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, bahwa sehat jasmani dan rohani sama-sama penting. Adapun kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai hal-hal di sekitar.

Namun apabila kesehatan mental seseorang terganggu (sakit), ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk. Bahkan salah satu potret orang yang sakit mentalnya adalah ia tidak bisa menikmati keindahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Dalam kitab Ithaf as-Sadah al-Muttaqin disebutkan demikian:

من لم يحركه الربيع وأزهاره والعود وأوتاره فهو الفسيذ المزاج ليس له علاج

Orang yang tak tersentuh hatinya melihat bunga-bunga yang bermekaran di musim semi dan tak bergetar jiwanya mendengar alunan merdu dawai kecapi, maka orang itu rusak mentalnya, tak ada obatnya.

Sejatinya manusia yang normal pasti akan menyukai setiap keindahan. Jika keindahan mekaran bunga tak mampu dirasakan sedeikitpun, maka perlu kiranya untuk lebih memperhatikan kesehatan mentalnya hingga bisa kembali normal. Sebab kemampuan seseorang untuk menikmati keindahan itu natural adanya. Jika tidak? Bolehlah sedikit menengok kitab Ithaf as-Sadah al-Muttaqin karya Az Zabidi yang mengungkapkan dengan gamblangnya kalau kau tak menyukai keindahan dan tak memahami arti cinta, maka lebih baik jadi batu yang keras saja, untuk menumbuk biji-bijian.

Begitupun Ibn Qayyim yang mengungkapkan bahwa salah satu sebab seorang hamba yang mampu membangkitkan rasa cintanya kepada Allah adalah keindahan. Yang demikian termaktub dalam kitab al Jawabul Kafii yang berlandaskan pada hadis Rasulullah:

إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR Muslim)

Mengapa keindahan bisa membangkitkan rasa cinta kepada-Nya? Sebab sempurnanya keindahan adalah hanya milik-Nya. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, bahkan semua keindahan adalah milik-Nya, dan semua pengagungan (bersumber) dari-Nya, sehingga tidak ada sesuatupun yang berhak untuk dicintai dari semua segi karena zatnya kecuali Allah.

Jika seseorang tersentuh dan merasa nikmat atas setiap keindahan yang ada, maka ia pun semakin mengakui dan cinta kepada Allah. Karena ia mengerti bahwa setiap keindahan hanyalah milik-Nya. Lantas bagaimana dengan seseorang yang mentalnya rusak? Tentu terlihat dari indikasi pada dirinya yang tak lagi mengenal keindahan dalam hidupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here