Ini Empat Cara Bijak Menasehati Orang Lain

2
648

BincangSyariah.Com – Menasehati orang lain adalah perbuatan terpuji, jika benar pelaksanaannya. Tidak dengan cara yang menyakitkan atau menjerumuskan ke jurang yang lebih dalam. Layaknya Imam Nawawi menyebutkan dalam Syarah Shahih Muslim bahwa menasehati sesama muslim itu tidak dengan menyakiti, namun menolong mereka dengan perkataan, perbuatan, serta menghilangkan mereka dari bahaya dan memberikan manfaat.

Menasehati orang lain bukan berarti kita yang lebih baik dari orang tersebut, melainkan bukti cinta kita terhadap sesama muslim, yaitu menginginkan kebaikan selalu menyertainya. Dalam sebuah hadis disebutkan:

عن أنس – رضي الله عنه – ، عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : ( لا يُؤمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحبُّ لِنَفْسِهِ )

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Dengan begitu, menasehati orang lain juga tentunya harus disertai dengan cinta. Disebutkan dalam kitab Risalah Mua’awanah bahwa menasehati orang lain itu bisa dilakukan di tempat yang sepi, sehingga tidak terkesan membuatnya malu di depan banyak orang. Selanjutnya nasehatilah dengan kalimat yang lembut, namun mudah dipahami dan mengena di hati. Dalam QS Thaha ayat 44 disebutkan:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”

Selanjutnya, jika orang tersebut bertanya perihal siapa yang memberitahu padamu perihal perbuatan yang ia lakukan, maka seyogianya tidak menjawabnya. Karena hal khawatir menimbulkan permusuhan di antaranya.

Tidak cukup samapai di situ, jika nasehatmu diterima dengan baik oleh orang tersebut, maka cukup pujilah Allah dan bersyukur pada-Nya. Namun jika tidak, maka kembalikan nasehat etrsebut kepada diei kita sendiri. Bukan kecewa atau malah merah kepadanya. Karena sejatinya agama adalah nasehat. Sebagaimana hadis dibawah ini:

Baca Juga :  Soal Konflik Papua, Ibu Sinta Nuriyah Mengenang Kearifan Gus Dur

عن أَبي رُقَيَّةَ تَمِيم بن أوس الداريِّ – رضي الله عنه – : أنَّ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( الدِّينُ النَّصِيحةُ )) قلنا : لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأئِمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِم

Dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasehat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi umat Islam umumnya.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here