Ini Empat Alasan Ulama Anjurkan Tutup Wadah Makanan dan Minuman

2
2328

BincangSyariah.Com – Makanan atau minuman yang masih tersisa sebaiknya disimpan di tempat yang tidak terjangkau serangga, misalnya seperti dimasukkan ke dalam kulkas atau menaruhnya di dalam lemari di wadah yang tertutup. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw. yang diriwayatkan dari Abu Humaid al-Saidi sebagai berikut:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَدَحِ لَبَنٍ مِنَ النَّقِيعِ لَيْسَ مُخَمَّرًا، فَقَالَ: «أَلَّا خَمَّرْتَهُ وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ عُودًا» (رواه مسلم)

Aku mendatangi Nabi saw. dengan membawa sewadah susu yang ku bawa dari lembah Naqi dalam keadaan terbuka. “Mengapa tidak kamu tutupi?” tanya Nabi. “Coba kamu tutupi dengan kayu, Abu Humaid,” saran Nabi saw. Abu Humaid melanjutkan ceritanya.

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan demikian:

وَذَكَرَ الْعُلَمَاءُ لِلْأَمْرِ بِالتَّغْطِيَةِ فَوَائِدَ مِنْهَا الْفَائِدَتَانِ اللَّتَانِ وَرَدَتَا فِي هَذِهِ الْأَحَادِيثِ وَهُمَا صيانته من الشيطان فإن الشيطان لايكشف غطاء ولايحل سِقَاءً وَصِيَانَتُهُ مِنَ الْوَبَاءِ الَّذِي يَنْزِلُ فِي لَيْلَةٍ مِنَ السَّنَةِ وَالْفَائِدَةُ الثَّالِثَةُ صِيَانَتُهُ مِنَ النجاسة والمقذرات والرابعة صيانته مِنَ الْحَشَرَاتِ وَالْهَوَامِّ فَرُبَّمَا وَقَعَ شَيْءٌ مِنْهَا فِيهِ فَشَرِبَهُ وَهُوَ غَافِلٌ أَوْ فِي اللَّيْلِ فَيَتَضَرَّرُ بِهِ

Ulama menyebutkan alasan anjuran menutup (wadah makanan atau minuman) karena beberapa faidah. Faidah kedua pertama terdapat dalam beberapa hadis terkait, yaitu menjaga agar makanan tidak tersentuh setan, karena setan itu tidak mampu membuka  dan masuk ke tutup wadah makanan dan minuman, terjaga dari wabah penyakit pada suatu malam di tahun tertentu. Sementara itu, faidah yang ketiga adalah agar makanan atau minuman terjaga dari najis dan kotoran. Faidah yang keempat adalah agar terjaga dari serangga. Ini karena bisa saja ada sesuatu dari serangga yang terjatuh ke dalam makanan atau minuman, dan pemiliknya mengonsumi hal tersebut dalam keadaan lupa atau pada malam hari yang nantinya akan membahayakan kesehatan.

Baca Juga :  Kriteria Makanan Disebut "Halalan Thayyiba"

Dari keterangan tersebut, kita memahami bahwa kebersihan makanan atau minuman yang kita konsumsi itu harus tetap higienis. Nabi bukan saja hanya menekankan kehalalan makanan dan minuman, tapi beliau juga menganjurkan umatnya agar mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here