Ini Dalil Halal Bi Halal dalam Hadis Nabi

8
12046

BincangSyariah.Com –  Sekitar tahun 2015, KH Masdar Farid Mas’udi yang menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat itu di dalam website nu online (lihat di sini) menyebutkan bahwa penggagas istilah “halal bi halal” adalah KH Abdul Wahab Chasbullah.

Pada tahun 1948, yaitu dipertengahan bulan Ramadhan, Bung Karno memanggil KH Abdul Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahim, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi.

Lalu Bung Karno menjawab, “Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain”.

“Itu gampang”, kata Kiai Wahab. “Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah ‘halal bi halal'”, jelas Kiai Wahab.

Lebih lanjut, Kiai Masdar Faris juga menjelaskan bahwa sejatinya kegiatan halal bihalal sendiri sudah dimulai sejak KGPAA Mangkunegara I atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Setelah Idul Fitri, beliau menyelenggarakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Kemudian budaya seperti ini ditiru oleh masyarakat luas termasuk organisasi keagamaan dan instansi pemerintah.akan tetapi itu baru kegiatannya bukan nama dari kegiatannya. kegiatan seperti dilakukan Pangeran Sambernyawa belum menyebutkan istilah “Halal bi Halal”, meskipun esensinya sudah ada.

Baca Juga :  Tafsir Ayat La Ikraha Fiddin Menurut Imam at-Thabari

Terlepas dari asal usul istilah halal bi halal, di dalam Islam pun sudah banyak dalil baik di dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi saw. yang menganjurkan untuk menjalin silaturahim dan saling maaf memaafkan (klik di sini)

Namun, ketika saya di pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang dulu, salah satu guru saya Al-Mukarram KH. Abdul Nasir Abdul Fattah mengatakan bahwa ada satu hadis yang sangat jelas bahwa Nabi saw. menyuruh kita semua untuk ber halal bi halal. Hadisnya adalah sebagai berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ رواه البخاري.

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang mempunyai tanggungan kepada saudaranya baik berupa harta benda atau sesuatu yang lainnya, maka mintalah halal darinya hari ini juga, sebelum dinar dan dirham tidak berlaku lagi, jika tidak maka ketahuilah bahwa orang yang punya tanggungan pada orang dan belum terselesaikan di dunia, maka di hari hisab  kebaikannya diberikan pada orang yang didzalimi di dunia, jika amal baiknya habis, maka amal buruk orang yang didzaliminya dilimpahkan padanya. HR. Al-Bukhari.

Di dalam hadis tersebut, Nabi saw. sangat jelas bersabda “Falyatahallalhu/ maka mintalah halal kepadanya”. Beliau memerintahkan kepada kita agar segera meminta halal kepada saudara kita atas segala barang, tindakan, perilaku, atau ucapan yang tidak berkenan kepada sesama saudara kita.

Baca Juga :  Benarkah Ali bin Abi Thalib pernah Membakar Kaum Murtad?

Mungkin kita pernah menggunakan barang saudara kita atau memiliki tanggungan hutang kepada saudara kita, maka segeralah clear kan dengannya. Bayarlah hutang Anda. Atau tanggungan berupa pernah menyakiti hati saudara kita, maka segeralah minta halal kepada mereka dengan cara meminta maaf.

Mengapa demikian? Di dalam hadis tersebut, Nabi saw. menyebutkan sebelum semuanya terlambat. Karena di akhirat atau hari Kiamat nanti, kita tidak lagi mampu membayar hutang kita kepada saudara kita, karena mata uang sudah tidak lagi berlaku. Permintaan maaf atas segala hal yang pernah kita lakukan kepada sesama saudara kita pun sudah terlambat, karena di hari Kiamat, yang berlaku hanyalah pembalasan.

Maka, di hari Kiamat itu, kita tetap dituntut membayar atas segala hutang atau tindakan kejahatan kita kepada saudara kita dengan cara memberikan amal baik kita kepadanya. Jika amal baik yang kita miliki habis atau bahkan kita tidak memiliki amal shalih atau kebaikan, maka sebagai gantinya adalah amal keburukan saudara kita tersebutlah yang akan dilimpahkan kepada kita. Na’udzubillahi min dzalik.

Oleh karena itu, di hari lebaran ini adalah moment yang sangat pas untuk segera menghalalkan segala hal yang masih haram di dalam diri kita. Adapun cara menghalalkannya adalah dengan memintakan maaf kepada semua saudara kita yang pernah kita dzalimi dan segera memberikan haknya yang pernah kita ambil. Sekali lagi, sebelum semuanya terlambat, maka segeralah ber halal bi halal. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

8 KOMENTAR

  1. Ngga nyambung pembahasannya, kok masalah penyelesaian utang jadi pembenaran acara halal bi halal, mendingan halal bi halal dibahas dari sisi ajang silaturahim dan saling memaafkan.

  2. Terkadang orang mencari dalil , sedikit 2 dalil gak baca kitab kitab shoheh muslim ya…sesuatu ide baru yg baik dalam yg baik dlm islam di perbolehkan bahkan mendapat pahala , kenapa kok jadi rami kalau mau monggo ,tdk mau tdk mau tdk masalah gitu aja kok repot

  3. gitu aja kok repot ora geger mau monggo tdk masalah , ujung 2 bid ah masuk neraka , kayak panitia akhirat he he…

  4. Rosululloh SAW Bersabda: “Sampaikanlah Ajaranku walau hanya satu ayat”. Hargailah, selama itu positif dan jdi tuntunan…maka ambillah hikmahnya jika kita benar-benar orang yg beriman kepada Allah SWT dan Rosul-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here