Ini Dalil Akad Nikah itu Ibadah, Masih Ragu Menikah?

2
12141

BincangSyariah.Com – Selama ini, sebagian dari kita menganggap bahwa akad nikah itu bukan termasuk ibadah. Adapun hubungan suami istri itulah yang termasuk ibadah. Padahal semua kembali kepada niat masing-masing, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat al-Bukhari,

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin al-Khattab radhialLahuanhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.”

Dalam hadis diatas, dapat disimpulkan bahwa niat mencangkup segala perbuatan seorang mukallaf. Jika amal tersebut diniatkan ibadah, maka akan diberi pahala. Bahkan disebutkan dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim karya Syaikh al-Zarnuji sebuah hadis yang shahih maknanya:

عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية

Dari Rasulullah SAW: “Berapa banyak perbuatan yang berwujud amalan dunia, kemudian dengan baiknya niat ia menjadi bagian dari perbuatan akhirat, dan berapa banyak perbuatan yang berwujud amalan akhirat, kemudian menjadi amalan dunia sebab buruknya niat. (Syaikh al-Zarnuji, Ta’lîm al-Muta’allim, hal.15)

Mengenai apakah melaksanakan nikah ibadah atau bukan, para ulama berbeda pendapat. Dikutip dari kitab Muhadharat fî al-Ahwâl asy-Syakhsiyyah yang disusun oleh Prof. Dr. Faraj Ali as-Sayyid ‘Anbar, Mazhab Hanafiyyah berpendapat bahwa nikah itu lebih dekat kepada ibadah.

Adapun Fuqaha Syafi’iyyah berbeda pendapat mengenai masalah diatas kepada dua pendapat. Pertama, Semua Fuqaha Syafi’iyyah menegaskan bahwa pernikahan bukanlah termasuk ibadah, namun ia termasuk pebuatan yang mubah dengan dalil sahnya pernikahan orang kafir. Jika pernikahan dihitung ibadah, sudah tentu sahnya pernikahan orang kafir dihitung sebagai ibadah.

Baca Juga :  Hukum Ayah Menyakiti Hati Anak Perempuan dalam Islam

Adapun pendapat yang kedua mengatakan bahwa penikahan adalah ibadah, karena Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan umatnya sebagaimana tertera dalam banyak hadis, sedangkan ibadah sendiri diketahui melalui syariat, dan nabi Muhammad adalah penyampai syariat. Meski sah pernikahan orang nonmuslim, nilai ibadahnya tetap tidak sah.

Adapaun Imam al-Mawardi dan Imam an-Nawawi berpendapat:

بأن قصد بالنكاح طاعة من ولد صالح أو إعفاف كان من عمل الآخرة ويثاب عليه، وإلا كان مباحا

Jika dimaksudkan dari pernikahan itu sebuah ketaatan berupa anak yang saleh, atau untuk menjaga kehormatan, maka pernikahan tersebut dihitung sebagai amal akhirat (ibadah) dan diberi pahala, jika tidak maka ia termasuk perkara yang mubah. (Ust. Dr. Faraj Ali as-Sayyid, ‘Anbar,Muhadharat fî al-Ahwâl asy-Syakhsiyyah, Jâmi’ah al-Azhar, 1438 H/ 2008 M, hal 18)

Dengan demikian, kesimpulannya tergantung niat sepasang pengantin, jika diniatkan ibadah, maka akan diberikan pahala. Namun jika tidak, maka tak apa-apa, karena permasalahan nikah adalah mubah.

Dan yang perlu dicatat, perbedaan ulama mengenai permasalahan diatas diluar konteks pernikahan Nabi, karena pernikahan Nabi SAW sudah pasti mutlak seratus persen ibadah, melihat maslahat yang sangat besar dari pernikahan Nabi SAW, yaitu menyebarnya pengajaran ilmu syari’ah kepada umat muslim, terkhusus wanita. WalLahu a’lam

2 KOMENTAR

  1. SEJUMLAH DOA TERKAIT JODOH. SEMOGA BERMANFAAT. AAMIIN YAA ALLAAH

    Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan – KHUSUSNYA TERKAIT JODOH. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada kaum Muslim : yang hidup dan yang mati, di dunia dan di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    PEMBUKA :

    اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiraatalladziina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    آمِيْن يَا اللّٰهُ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    SHALAWAT

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

    Bismillaahirrahmaanirrahiim.

    اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi maziidahu, ya rabbanaa lakal hamdu. Wa lakasysyukru kamaa yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Dengan nama Allaah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allaah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segala syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكَ عَلَى سَيِّدِنَا
    وَ النَّبِيِّيْنَ
    وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ أُمَّتِهِ
    اَجْمَعِيْنَ

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya.

    RAGAM DOA

    اللَّهُمَّ اِنَّا
    نَسْئَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ
    اللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ الْجَنَّةَ
    وَ نعوذبك
    بِكَ مِنَ النَّارِ

    Allaahumma innaa nas-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardhi, yaa dzal jalaali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum. Allahumma innaa nas-alukal jannata wa na’uudzubika minannaar.

    Ya Allaah, kami meminta pada-Mu karena segala puji hanya untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Allaah yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, Ya Hayyu Ya Qayyum –Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya. Ya Allaah, kami memohon kepada Engkau surga, dan berlindung kepada Engkau dari neraka.

    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    ALLAAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASYFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM.

    Allaah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allaah tanpa izin-Nya.

    Sesungguhnya Allaah mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allaah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allaah meliputi langit dan bumi. Dan Allaah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allaah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Surat Al-Baqarah ayat 255).

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

    رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

    رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Rabbanaa laa tuzigh qulubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab.

    Ya Allaah Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami sesudah mendapatkan petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah Yang Maha Pemurah. (QS. Ali Imran [3]:8).

    رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ

    Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min dzurriyyatinaa ummatam muslimatal laka.

    Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu.

    Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqaaf: 15).

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal aakhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, ke’afiyatan jasmani, kesehatan badan, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    اللَّهُمَّ
    اِنَّا نَسْئَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYAH FID DIINI WAD DUN-YA WAL AAKHIRAH.

    Ya Allaah kami berharap kemaafan dan himpunan kebaikan dalam agama, dunia dan akhirat.

    اللهم إنا نسئلك رضاك والجنة
    ونعوذبك من سخطك والنار

    Allaahuma innaa nas-aluka ridhaaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhathika wannaar.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

    Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrina Wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fii haa ma’asyunaa. Wa ashlih lanaa aakhiratanal latii ilaihaa ma’aadunaa. Waj’alil hayaata ziyadatan lanaa fii kulli khairin. Waj’alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin

    Ya Allaah, perbaikilah agama kami karena itulah pedoman untuk urusan kami, Dan perbaikilah dunia kami karena itulah kehidupan kami. Dan perbaikilah akhirat kami karena itulah tujuan kami. Jadikanlah hidup kami sebagai tambahan kebajikan. Jadikanlah mati kami sebagi istirahat dari segala keburukan.

    DOA MOHON JODOH (UMUM) :

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَا جِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

    Rabbanaa hablanaa min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS al-Furqan 74).

    رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

    RABBI LAA TADZARNII FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

    Ya Allaah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i’: 89).

    DOA LELAKI MOHON JODOH :

    رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجَةً طَيِّبَةً أَخْطُبُهَا وَأَتَزَوَّجُ بِهَا وَتَكُوْنُ صَاحِبَةً لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَةِ

    Rabbi hablii milladunka zaujatan thayyibatan akhtubuhaa wa atazawwaju bihaa wa takuunaa / takuunu shaahibatal / shaahibatan lii fid diini wad dun-ya wal aakhirah

    Ya Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.

    Allaahumma inni as-aluka zaujatan hasanatan jamiilatan kaamilatan wa tsabbit qalbahaa iimaanan bika wa birasuulika fid dun-ya wal aakhirah.

    Ya Allaah, aku memohon kepada-Mu istri yang baik, cantik, dan sempurna. Dan tetapkanlah iman pada hatinya karena-Mu dan rasul-Mu di dunia dan akhirat.

    DOA PEREMPUAN MOHON JODOH :

    رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة

    RABBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THAYYIBAN WAYAKUUNA SHAAHIBAN LII FID DIINI WAD DUN-YAA WAL AAKHIRAH.

    Yaa Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

    Ya Allaah, izinkanlah aku segera kawin. Izinkanlah aku segera lebih bahagia karena kawin. Izinkanlah aku segera berjodoh dengan seorang lelaki yang aku suka sekaligus terbaik menurut-Mu.

    PENUTUP

    اَللّهُمَّ
    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِوَأَدْخِلْنَا الجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ

    Allaahumma rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.
    Wahai Allaah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.
    اَللّهُمَّ
    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

    Allaahumma rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul ‘aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim.

    Wahai Allaah Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.

    وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَ النَّبِيِّيْنَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
    وَصَحْبِهِ وَ أُمَّتِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

    Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Cukuplah Allaah menjadi Penolong kami dan Allaah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الانبياء وَ الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    آمِيْن يَا اللّٰهُ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Indra Ganie al-Hindi al-Bantani – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here