Ini Anjuran dan Balasan Mencintai Keturunan Rasulullah 

0
132

BincangSyariah.Com – Bagi umat islam sebaik-baik manusia adalah Nabi Muhammad Saw. Tidak saja terbaik secara akhlak dan perbuatan, beliau juga terbaik dari sisi nasab dan asal kejadian. Untuk memelihara kemuliaan silsilah beliau, Allah memilih orang-orang terbaik sejak Nabi Adam a.s sampai kepada Sayyidina Abdullah Bin Abdul Muthollib a.s. Perpaduan antara kemuliaan silsilah, akhalak dan prilaku menjadikan Nabi Muhammad Saw tidak saja layak digelari manusia terbaik, tapi juga makhluk terbaik yang pernah dan akan diciptakan oleh Allah. Kemudian dari manusia terbaik inilah lahir keturunan dengan nasab terbaik pula. (Baca: Ternyata Ada Habib yang Tak Dikasihi Rasulullah, Siapa Mereka?)

Kemuliaan keturunan Rasulullah Saw sifatnya zatiyyah, yaitu kemuliaan yang diperoleh secara otomatis sejak lahir karena di dalam tubuhnya mengalir darah manusia terbaik, Rasulullah Saw. Atas dasar itu, memuliakan dan menghormati zurriyah Rasulullah Saw harus pula secara zatiyyah, secara otomatis tanpa mempedulikan adanya faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi penghormatan kita terhadap mereka. Seperti perbedaan sudut pandang politik, manhaj dakwah, ideologi keagamaan, mazhab fikih apalagi hanya sekedar perbedaan organisasi yang notabene hanyalah alat perjuangan.

Dengan kemuliaan dan pemuliaan zurriyah Rasulullah Saw yang bersifat zatiyyah itu, kita tak perlu lagi bingung, gamang dan ragu untuk memuliakan Zurriyah Rasulullah saat mereka berbeda dengan kita dalam hal apapun. Cukup kita katakan, “Aku memuliakan mereka karena ada darah Rasulullah Saw dalam tubuh mereka, tapi aku berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah ini”.

Meskipun berbeda pendapat dengan zurriyah Rasulullah Saw adalah keniscayaan yang mungkin terjadi dan dapat ditolerir. Akan tetapi, menarik diri dari memuliakan mereka saat berbeda pendapat dengan kita adalah suatu tindakan ceroboh yang tidak ada rukhshoh, keringanan dan toleransi. Dalam hal ini, maka benang merahnya sangat jelas bagi yang sedikit saja mau berfikir. Kita hanya tidak sependapat dengan cara mereka, tetapi kita tetap mencintai mereka karena kemuliaan nasab yang ada pada diri mereka.

Baca Juga :  Para Sahabat Nabi dan Perbedaan Pandangan Politik Mereka

Berbeda dengan mencintai, menghormati dan memuliakan yang minimal hanya membutuhkan nasab yang bersambung kepada Rasulullah Saw, menjadikan mereka, zurriyah Rasulullah Saw sebagai teladan yang diikuti membutuhkan ilmu, amal dan akhlak. Hanya karena bermodal nasab tidak secara otomatis membuat zurriyah Rasulullah Saw layak dijadikan panutan. Untuk mengikuti mereka, perlu dilihat ilmu, amal dan akhlak mereka. Jika semua itu ada pada diri mereka maka mereka layak diikuti. Jika tidak ada, tetaplah mencintai, memuliakan dan menghormaati tanpa menjadikan mereka teladan yang diikuti.

Banyak sekali keutamaan yang akan diperoleh oleh orang yang memuliakan dan berbuat baik kepada keturunan Rasulullah Saw. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya :

  1. Mendapat balasan kebaikan dari Rasulullah Saw pada hari kiamat

Orang yang berbuat baik kapada keturunan Rasulullah Saw namun mereka tidak dapat membalasnya maka Rasulullah Saw kelak di hari kiamat yang akan membalas secara langsung kebaikan orang itu. Dalam sebuah hadist marfu’ yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni, Rasulullah Saw bersabda :

من إصطنع لأحد من ولد عبد المطلب يدا فلم يكافئه بها في الدنيا فعلي مكافئته غدا يوم القيامة إذا لقيني

“Barangsiapa yang memberi bantuan (kebaikan) kepada keturunan Abdul Muthollib akan tetapi dia (keturunan Abdul Muthollib) tidak bisa membalasnya di dunia, maka saya yang akan membalasnya di hari kiamat ketika orang itu bertemu denganku”

  1. Mendapat syafaat Rasulullah Saw pada hari kiamat

Orang yang memuliakan keturunan Rasulullah, memenuhi kebutuhan dan membantu urusan mereka serta mencintai mereka maka akan mendapat syafaat Rasulullah Saw kelak di hari kiamat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah :

أربعة أنا لهم شفيع يوم القيامة: المكرم لذريتي، والقاضي لهم حوائجهم، والساعي لهم في أمورهم عند اضطرارهم إليه، والمحب لهم بقلبه ولسانه

Baca Juga :  Bani Hud: Serangan Pasukan Kristen dan Masuknya al-Murabithun

“Aku akan memberi syafaat khusus di hari kiamat kepada empat golongan, yaitu orang yang memuliakan keturunanku, memenuhi hajat-hajat mereka, membantu urusan-urusan mereka saat mereka butuh dan orang yang mencintai mereka dengan hati dan lisannya” (HR. Al-Dailami)

  1. Sebagai sarana tawassul

Rasulullah Saw bersabda :

من أراد التوسل وأن يكون له عندي يد أشفع له يوم القيامة فليصل أهل بيتي ويدخل السرور عليهم

“Barangsiapa yang ingin bertawassul dan ingin syafaatku kelak di hari kiamat maka ia harus mempererat hubungan dengan ahli baitku dan memberikan kebahagiaan kepada mereka” (HR. Al-Dailami)

Menyambung silaturrahmi dan memberi kebahagiaan kepada Ahli bait dapat dijadikan sebagai tawasuul (sarana) untuk mendatangkan berbagai macam kebaikan dunia dan akhirat. Contoh tawassul dengan ahli bait misalnya ucapan seseorang “Ya Allah, aku telah menyambung tali silaturrahmi dengan ahli bait Nabi-Mu Saw dan memberi kebahagiaan kepada mereka, maka dengan berkah silaturrahmi dan kebaikanku kepada mereka kabulkanlah hajat-hajatku”

  1. Dipanjangkan umurnya dalam kebahagiaan

Rasulullah Saw bersabda :

من أحب أن ينسأ أجله وأن يمتع بما خوله فليخلفني في أهلي خلافة حسنة فمن لم يخلفني فيهم بتر عمره و ورد علي يوم القيامة مسودا وجهه

“Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diberi kesenangan dari apa yang diperolehnya maka hendaklah ia menggantikanku pada keluargaku dengan pergantian yang baik. Dan barangsiapa yang tidak menggantikanku pada keturunanku maka tidak akan panjang umurnya dan ia akan datang kepadaku di hari kiamat dengan wajah yang hitam” (Desebutkan oleh Al-Manawi dalam Faidhul Qodiir)

Menggantikan Rasulullah Saw dalam keturunannya berarti menjaga kehormatan mereka dan menyambung mereka dengan berbagai macam kebaikan sebagaimana Rasulullah Saw melakukan hal tersebut kepada keluarganya.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Kisah Indah Laits Ibn Sa’ad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here