Ini Alasan Meminta Maaf Tetap Dianjurkan Walaupun Tak Bersalah

0
312

BincangSyariah.Com – “Jadilah engkau pemaaf dan menyuruhlah kepada kebaikan, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” [Surat Al-A’raf: 199]

Hampir tidak ada anjuran di dalam Al-Qur’an terkait ‘meminta maaf’ melainkan anjuran untuk memberi maaf. Namun, apakah dengan begitu melegalkan muslim untuk tidak meminta maaf?

Di dalam beberapa ayat Quran, Allah Swt menyerukan kepada hamba-Nya untuk memberikan maaf. “Jadilah engkau pemaaf” begitu salah satu seruan-Nya. Jika kita mau berpikir sejenak, ini merupakan fenomena yang penting untuk dipahami. Kenapa menyerukan untuk memberi maaf dan bukan juga sekaligus meminta maaf?

Pembaca yang baik, Sebagai perumpamaan untuk mengerti anjuran itu, saya hendak memberikan sebuah contoh. Seumpama Anda sedang bertikai dengan seorang kawan. Dengan tingkat amarah yang cukup tinggi, kawan Anda memukul Anda cukup keras sampai-sampai membuat Anda terjatuh. Anda tentu merasakan betul sakitnya dipukul. Namun, tidak lama setelah itu, kawan Anda dengan santainya mengutarakan maaf. Apakah Anda dapat menerimanya begitu saja?

Jawabannya bisa dua. Pertama, Anda mungkin akan merasa sangat kesal dan berpikir, “bisa-bisanya orang ini memukul saya lalu meminta maaf begitu saja?” Atau Anda bisa langsung memaafkannya karena Anda mau, dan hati Anda lapang. Seberapapun rasa sakit yang Anda tanggung, kelapangan hati Anda masih lebih bisa menampung maaf dari kawan Anda sehingga mengikis rasa sakit dan kesal di hati Anda.

Sedikit saja dari contoh tersebut, dapat saya simpulkan bahwa anjuran memberi maaf lebih tepat ketimbang anjuran meminta maaf. Namun, hal itu juga menunjukkan bahwa meski pun anjuran meminta maaf tidak disebut secara eksplisit di dalam Alquran, manusia diharapkan ‘sadar’ secara naluri kemanusiaannya untuk meminta maaf.

Baca Juga :  Saat di Alam Kubur, Apakah Anak Kecil Ditanya Munkar-Nakir Juga?

Ya, meminta maaf atas perbuatan tertentu (meski perbuatan itu baik sekalipun namun tidak berkenan di hati orang lain) adalah suatu perbuatan yang tidak memerlukan anjuran. Perbuatan meminta maaf atau memohon ampunan pada orang lain semestinya lahir secara alami dari naluri kemanusiaan yang sadar. Jadi, jika ada manusia yang perbuatannya telah membuat banyak orang risau dan bahkan berpotensi memecah kerukunan umat manusia namun enggan meminta maaf, apakah pantas disebut manusia yang masih sadar naluri kemanusiaannya?

Minta maaf bukan soal benar atau salah. Minta maaflah atas semua perbuatan kita. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut yang lain. Memaafkanlah karena (meminjam ucapan Abi Quraish Shihab) kelak perbuatan kita pun boleh jadi lebih buruk dari apa yang orang lain perbuat kepada kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here