Ini 5 Cara Mencapai Kebahagian Menurut Dzun Nun Al-Mishri

1
1184

BincangSyariah.Com – Semua manusia yang hidup di dunia ini pasti ingin merasakan kebahagian. Kebahagian itu tidak hanya berupa harta benda yang banyak saja. Namun sebagian orang menyangka bahwa kebahagiaan itu bisa diraih hanya dengan banyaknya harta benda.

Syekh Ismail Haqqi Al-Khalwati dalam kitab Ruhul Bayan Fi Tafsir Al-Qur’an (juz 3, hlm 180) mengutip kata mutiara Dzun Nun al-Mishri terkait tanda-tanda orang yang memperoleh kebahagiaan.

قال ذو النون المصري:  علامة السعادة حب الصالحين والدنوّ منهم ، وتلاوة القرآن ، وسهر الليل ، ومجالسة العلماء ، ورقّة القلب

Imam Dzun Nun Al-Mishri mengatakan, tanda-tanda orang akan mendapat kebahagiaan ialah; mencintai orang-orang saleh dan dekat dengan mereka, rajin membaca Al-Qur’an, senantiasa bangun malam hari (ibadah), duduk bersama ulama (mendengarkan ilmunya), dan mempunyai hati yang lembut (penuh kasih sayang).

Pertama, mencintai orang saleh dan berinteraksi dengan mereka akan mendatang kebahagiaan, karena orang-orang saleh dapat dijadikan sebagai tauladan yang baik, untuk menjalankan ketaatan kepada Allah. Hendaknya kita bergaul dengan orang yang baik dan saleh agar kebaikan dan kesalehannya hadir pada diri kita, bahkan orang saleh kelak akan memberikan syafaat (pertolongan) bila diidzinkan oleh Allah Swt.

Kedua, membaca Al-Qur’an. Cara ini sangat efektif untuk menenangkan hati. Al-Qur’an sebagai obat alternatif untuk mendapatkan kekuatan dan ketabahan spritual dalam menjalankan kehidupan.

Ketiga, seseorang  yang tekun dan konsisten beribadah pada sepertiga malam itu akan membuatnya semakin dekat dengan Allah Swt. Kedekatan ini niscaya akan membuat hati dan batin tenang.

Keempat, orang yang mencintai ulama pasti mendapatkan keberkahan dan kebaikan. Menziarahi atau duduk bersama ulama itu bagaikan duduk bersama Nabi Muhammad Saw. Imam Al-Ghazali menyatakan: “Barangsiapa yang sering duduk dengan para ulama, Allah akan menambahkan ilmu dan wara’ (tidak cinta dunia)”. (Baca: Keberkahan Orangtua yang Shalih untuk Anak Cucunya)

Baca Juga :  Tidak Mengikuti Isbat Ramadhan dari Pemerintah, Bagaimana Hukumnya?

Kelima, orang yang mempunyai hati  bersih dan lembut itu mencerminkan kepribadiannya yang baik, rendah hati, tidak sombong, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Dengan kejernihan hatinya, ia akan meraih kebahagiaan yang hakiki. Wallahu A’lam Bissawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here