Ingin “Tajdidul Wudu”? Begini Cara yang Benar

0
911

BincangSyariah.Com – Dalam fiqih, memperbarui wudu disebut dengan tajdidul wudu. Yang dimaksud tajdidul wudu adalah melakukan wudu pada saat wudu yang pertama belum batal. Hukum memperbarui wudu adalah sunah, terutama ketika kita hendak melaksanakan salat wajib lima waktu.

Semua ulama Syafi’iyyah sepakat bahwa memperbarui wudu sebelum wudu yang pertama batal adalah sunah. Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ berikut;

اِتَّفَقَ أَصْحَابُنَا عَلَى اسْتِحْبَابِ تَجْدِيْدِ الْوُضُوْءِ وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ عَلَى وُضُوْءٍ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَحْدِثَ

“Sahabat kami (ulama Syafiiyah) telah bersepakat atas kesunahan memperbarui wudu, yaitu ketika ada orang yang dalam kondisi punya wudu kemudian wudu lagi tanpa menunggu hadas terlebih dahulu.”

Kesunahan memperbarui wudu ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan Nasai, Nabi saw. bersabda;

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي ، لَأَمَرْتُهُمْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ بِوُضُوءٍ ، ومَعَ كُلِّ وُضُوءٍ بِسِوَاكٍ ، وَلَأَخَّرْتُ عِشَاءَ الْآخِرَةِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ

“Jika sekiranya tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka melakukan wudu setiap hendak salat, dan melakukan siwak setiap hendak wudu, dan sungguh aku akhirkan waktu isya’ akhir sampai sepertiga malam.”

Adapun niat tajdidul wudu tidak sama dengan niat wudu karena hadas. Ketika kita hendak memperbarui wudu, maka kita tidak boleh niat untuk menghilangkan hadas kerena bukan dalam kondisi sedang hadas. Tetapi niat karena melaksanakan wudu atau fardu wudu. Untuk lebih jelasnya, lafal niat tajdidul wudu sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْوُضُوْءِ| فَرْضَ الْوُضُوْءِ|اَدَاءَ الْوُضُوْءِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhu-a/fardhal wudhu-i/ada-al wudhu-i lillahi ta’ala.

“Saya niat wudhu/fardhu wudu/melaksanakan wudhu karena Allah Ta’ala.”

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Kasyifatus Saja’ karya Syaikh Nawawi al-Bantani berikut;

Baca Juga :  Bolehkah Sujud Syukur Dilakukan dalam Salat Wajib?

الثالث ان ينوى فرض الوضوء او  اداء الوضوء او الوضوء. ان كان الناوى صبيا او مجددا

“Ketiga, niat fardu wudu, melaksanakan wudu atau wudu, jika orang yang wudu adalah anak kecil atau orang yang memperbarui wudu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here