Indonesia Terancam Bubar? Contohlah Sikap Optimis Rasulullah

0
1123

BincangSyariah.Com – Belakangan ini peringatan-peringatan mengenai keadaan Indonesia yang akan mengalami keterpurukan disampaikan oleh beberapa politisi yang berseberangan dengan pemerintah. Sebaliknya, pemerintah saat ini merasa optimis bahwa negara kita akan menjadi negara besar pada waktu mendatang. Terlepas dari itu, terdapat sebuah hadis yang mengingatkan bahwa kita harus selalu hunuzan pada Allah Swt. Jika kita sebagai penerus bangsa terus berikhtiar dan memiliki rasa optimis, dan hunuzan bahwa Allah akan mengabulkannya, maka kebaikan insya Allah akan menyertai Tanah Air kita tercinta ini.

Dalam sebuah hadis kudsi Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

إِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلَا يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي إِنْ ظَنَّ خَيْرًا فَلَهُ وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فله. رواه ابن حبان

Allah Swt. pernah berfirman, “Aku itu tergantung prasangka hamba-Ku. Jika ia berprasangka baik, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya, jika ia berprasangka buruk, maka itulah yang didapatkannya.” (HR Ibn Hiban)

Terkait sikap optimis, Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengutip pendapat berikut:

 

قَالَ الْحَلِيمِيُّ وَإِنَّمَا كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْفَأْلُ لِأَنَّ التَّشَاؤُمَ سُوءُ ظَنِّ بِاللَّهِ تَعَالَى بِغَيْرِ سَبَبٍ مُحَقَّقٍ وَالتَّفَاؤُلُ حُسْنُ ظَنٍّ بِهِ وَالْمُؤْمِنُ مَأْمُورٌ بِحُسْنِ الظَّنِّ بِاللَّهِ تَعَالَى عَلَى كُلِّ حَالٍ.

Al-Halimi menjelaskan bahwa Rasulullah Saw. itu merasa bangga dengan sikap optimis, karena sikap pesimis itu termasuk suuzan pada Allah Swt. tanpa sebab yang konkret, dan sikap optimis itu termasuk sikap husnuzan pada Allah Swt. Seorang mukmin itu diperintah untuk selalu optimis dalam setiap keadaan.

Dalam keadaan sulit sekalipun, Rasulullah Saw. tidak ingin melakukan hal yang instan. Misalnya, saat umat Islam kalah dalam perang Uhud, dan ditawari bantuan malaikat Jibril untuk menghancurkan musuh umat Islam. Namun Rasulullah Saw. menolak atas tawaran tersebut, padahal umat Islam sedang dalam keadaan terjepit dan menjerit karena mengalami kekalahan telak. Rasullah Saw. malah merespon tawaran tersebut demikian:

Baca Juga :  Bolehkah Mantan Koruptor Menjadi Caleg dalam Hukum Islam?

بل أرجو أن يخرج الله من أصلابهم من يعبد الله وحده لا يشرك به شيئا

Justru aku berharap semoga saja Allah menjadikan di antara keturunan mereka (musuh Islam) itu terdapat orang yang menauhidkan Allah dan tidak menyekutukan-Nya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai umat Nabi Saw. juga mencontoh sikap optimis Nabi Saw. sekalipun dalam keadaan sulit. Siapa pun yang akan memimpin negeri ini, kita sebagai penerus bangsa harus terus bekerja keras, menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat, dan menjauhkan diri dari saling membenci dan memfitnah hanya karena perbedaan pandangan politik. Pilpres itu hanya lima tahun sekali, tapi keutuhan negeri ini harus terus lestari, dan optimisme kita harus selamanya terus bersemi. Wallahu a‘lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here