Imam Menunggu Orang agar Bisa Ikut Berjamaah, Ada Sembilan Syaratnya

0
557

BincangSyariah.Com – Saling tolong menolong dalam kebaikan merupakan sebuah keharusan bagi setiap Muslim. Dengan adanya bahu-membahu antarsesama akan melahirkan kerukunan dalam bermasyarakat. Hidup rukun dan akur adalah sebuah dambaan setiap individu.  Dengan keluarga tidak ada konflik, dengan tetangga tidak ada pertikaian. Sungguh kenikmatan yang tidak ada bandingnya.

Tolong menolong bukan hanya terpaku pada pekerjaan yang berbau dunia. Tolong menolong juga bisa direalisasikan pada pekerjaan ukhrowi. Misalkan dalam ibadah salat. Orang yang salat sendirian, ia temani dengan menjadi makmumnya. Atau menunggu orang yang baru datang untuk bergabung dengannya. Tentunya hal tersebut adalah sebuah kebaikan yang memang dianjurkan oleh agama. Allah Swt. berfirman:

 وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (Qs. Al-Maidah (5) : 2)

Menolong orang lain agar mendapatkan pahala berjamaah juga termasuk hal yang dianjurkan oleh agama. Maksudnya seorang imam boleh menunggu orang yang baru datang untuk bergabung dengan jamaahnya. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang imam ketika memutuskan untuk menunggu orang yang baru datang. Setidaknya ada sembilan syarat yang dikemukakan oleh Imam Muhammad Nawawi Al-Banteni sebagaimana berikut (Nihayatu az-Zain, h. 132),

Pertama, imam menunggu makmum yang baru hadir pada saat rukuk atau tasyahhud akhir. Dalam artian, jika menunggu di luar dua tempat tersebut, imam dimakruhkan menunggu orang yang baru datang. Misalkan saat baca surat-surat pendek. Karena merasa ada yang baru datang, bacaan diperpanjang lagi.

Baca Juga :  Ada Ular Mendekat Saat Shalat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Kedua,  tidak khawatir waktu salat bakal habis. Dalam artian jika dengan menunggu bergabungnya makmum yang baru datang akan berakibat pada habisnya waktu salat, maka ia tidak diperbolehkan menunggu. Langsung saja rukuk sebagaimana biasa. Biarkan orang tersebut mengejar dengan sendirinya.

Ketiga, makmum yang ditunggu sudah memasuki tempat salat. Dalam artian orang yang baru datang sudah berdiri di belakangnya. Bukan berada di luar musala atau masjid. Apalagi hanya terdengar suara kendaraan yang baru masuk ke halaman masjid, biarkan saja.

Keempat, menunggu makmum diniati karena Allah Swt. Maksudnya jangan sampai dilatarbelakangi perasaan dalam menunggu makmum. Mentang-mentang yang baru datang adalah teman dekatnya, lalu ia memperpanjang rukuknya. Hal ini tidak diperbolehkan.

Kelima,  waktu menunggu tidak terlalu lama. Dalam artian makmum yang ditunggu harus sudah siap mengikutinya. Bila si makmum yang baru datang masih mau pakai baju, atau sibuk mengajak temannya yang lain, maka lanjutkan saja salatnya.

Keenam, tidak pilah-pilih dalam hal menunggu. Semua yang baru datang dianggap sama. Entah itu anggota keluarga, sahabat, ataupun orang yang tidak dikenal sama sekali.

Ketujuh, harus menyangka bahwa orang yang baru datang akan bermakmum padanya. Dalam hatinya harus ada perkiraan bahwa orang yang datang akan bermakmum padanya. Kalau sudah bisa dipastikan tidak akan bermakmum, maka lanjutkan saja salatnya.

Kedelapan, harus menyangka bahwa yang ditunggu sudah paham bahwa walau hanya bisa bergabung saat rukuk dengan imam tetap dihitung satu rakaat.

Kesembilan, harus menyangka bahwa yang baru datang dapat ber-takbirotul ihrom dengan baik. Dalam artian bukan sengaja menunggu imam rukuk dulu, baru bertakbir. Orang yang seperti ini lebih baik tak perlu ditunggu sebagai pembelajaran baginya.

Baca Juga :  Sahkah Shalat Jika Posisi Makmum di Lantai Atas, Imam di Bawah?

Allah Ta’ala A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here