Ibu Lebih Berhak Memberi Nama Anak Perempuan, Benarkah?

2
134

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, yang memberikan nama anak, baik anak laki-laki maupun perempuan, adalah seorang ayah. Namun di sebagian daerah ada semacam kepercayaan bahwa yang berhak memberi nama anak perempuan adalah seorang ibu, bukan ayah. Hal ini karena di dalam Al-Quran disebutkan bahwa yang memberi nama Maryam adalah ibunya. Benarkah ibu lebih berhak memberi nama anak perempuan dalam Islam? (Baca: Haruskah Memberi Nama Anak dengan Nama Arab?)

Menurut para ulama, di antara seorang ayah dan ibu yang lebih berhak memberi nama anak adalah seorang ayah, baik terhadap anak laki-laki maupun perempuan. Ini disebabkan karena seorang ayah diposisikan sebagai kepala keluarga sehingga dalam pemberian nama anak pun diserahkan padanya. Oleh karena itu, jika terjadi perdebatan antara ayah dan ibu dalam hal nama anak, maka yang diambil adalah nama pemberian ayahnya.

Dalam kitab Tuhfatul Maudud, Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah pernah berkata sebagai berikut;

التسمية حق للأب لا للأم، هذا مما لا نزاع فيه بين الناس، وأن الأبوين إذا تنازعا في تسمية الولد فهي للأب

Memberi nama anak adalah hak bapak, bukan ibu. Tidak ada perbedaan di masyarakat tentang hal ini. Dan jika kedua orang tua berbeda pendapat dalam memberi nama anak, maka hak bapak lebih dikuatkan.

Adapun mengenai kisah pemberian nama Maryam oleh ibunya, istri Imran, maka hal itu hanya menunjukkan kebolehan seorang ibu memberikan nama pada anaknya, bukan menunjukkan bahwa yang berhak memberikan nama anak perempuan adalah ibunya, bukan bapaknya.

Dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 36, Allah berfirman;

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ

Baca Juga :  Orang Miskin Lagi Tak Berpunya Bisa Tetap Bersedekah ? Ini Kisahnya

Tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata; Wahai Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan,  dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam.

Dalam kitab Tafsir Al-Sa’di, Imam Al-Sa’di mengatakan bahwa ayat menunjukkan kebolehan seorang ibu menamai anaknya jika ayahnya tidak keberatan. Beliau berkata sebagai berikut;

وعلى أن للأم تسمية الولد إذا لم يكره الأب

Sesungguhnya seorang ibu memiliki hak untuk memberikan nama bagi anak, jika ayahnya mengizinkan.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Dalam Islam, memiliki anak laki-laki maupun perempuan derajatnya sama saja, keduanya sama-sama memiliki kebaikan dan keistimewaan di sisi Allah. Jika orang tua mampu mendidik anak dengan benar, baik laki-laki maupun perempuan, maka keduanya bisa mengantarkannya masuk ke surga. (Baca: Ibu Lebih Berhak Memberi Nama Anak Perempuan, Benarkah?) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Umumnya, anak diberi nama ketika ia sudah lahir. Namun saat ini banyak di antara para orang tua yang sudah memberi nama anak saat masih dalam kandungan. Hal ini biasanya dilakukan atas dasar jenis kelamin anak yang sudah bisa diketahui berdasarkan ultrasonografi atau yang biasa dikenal sebagai USG kehamilan. Bagaimana hukum memberi nama anak saat masih dalam kandungan? (Baca: Ibu Lebih Berhak Memberi Nama Anak Perempuan, Benarkah?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here