Ibadah: Salah Satu Alasan Mengapa Manusia Diciptakan

0
1636

BincangSyariah.Com – Allah Swt. adalah Wujud yang Maha Kaya. Kaya yang dimaksud di sini adalah bahwa Dia tidak membutuhkan apa pun. Apabila Allah Swt. tidak membutuhkan apa-apa lagi, lantas mengapa manusia diciptakan dan hidup di dunia? Apa tujuan dari penciptaanNya tersebut?

Jika ditelaah, ada beberapa ayat yang sebenarnya memiliki indikasi tentang maksud atau tujuan penciptaan manusia. Indikasi tersebut ada dalam ungkapan seperti al-‘ibadah, al-khilafah (khalifah) dan al-amanah. Tiga ungkapan kata tersebut tertuang dalam beberapa ayat al-Quran.

Dalam Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi disebutkan bahwa kata ‘ibaadah beserta musyataqq (derivasi) darinya dalam al-Quran terulang sebanyak 275 kali. Ada tiga ayat yang paling relevan untuk menjawab dua pertanyaan di atas, sebagai berikut:

Pertama, Quran Surat Al-Baqarah [2]: 21,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhan-nāsu’budụ rabbakumullażī khalaqakum wallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa,”

Ayat ke-21 dari surat al-Baqarah ini berisi ajakan untuk menghambakan diri hanya kepada Allah Swt. Ayat-ayat sebelumnya dalam surat ini mengisahkan tentang beberapa kelompok manusia yakni kelompok orang-orang kafir yang menolak hidayah. Selain itu, ada pula kisah kelompok orang-orang munafik yang masih dalam keadaan ragu-ragu.

Ayat ini mengajak manusia untuk memeluk agama tauhid yakni dengan menghambakan diri hanya kepada Allah Swt., Tuhan satu-satunya, dan tunduk serta mengikhlaskan diri hanya kepada-Nya. Kemudian, mereka pun diingatkan bahwa Allah adalah Tuhan yang telah mencipta. Allah Swt. juga yang mengatur urusan dengan sunnah-Nya serta menganugerahi mereka hidayah dan jalan untuk bertaqarrub.

Oleh karena itu, tidak ada yang layak dan pantas untuk disembah selain Dia. Sebab, menyekutukan-Nya dengan yang lain hanya akan mendatangkan azab dan kehancuran. Dia-lah satu-satunya, Tuhan yang Maha Esa.

Masih dalam Tafsir al-Maraghi (Al-Maraghi, t.th. juz I:63), dijelaskan pula bahwa penghambaan diri kepada-Nya serta sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan bisa menghantarkan mereka kepada taqwa. Taqwa merupakan tingkatan atau suatu derajat di mana seseorang bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam diri dan mempunyai kesadaran ketuhanan yang telah matang.

Kedua, Quran Surat adz-Dzariyat [51] Ayat 56-58.

 وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Dalam Tafsir al-Maraghi, dijelaskan bahwa ayat ke-56 dalam surat al-Dzariyat menjelaskan tentang tujuan hakiki dari penciptaan jin dan manusia adalah untuk melaksanakan ubudiyah kepada-Nya. Pada ayat sebelumnya dikisahkan tentang pengingkaran orang-orang Quraisy terhadap kerasulan Nabi Muhammad Saw. Mereka menuding bahwa Muhammad adalah tukang sihir dan tuduhan lain sebagainya.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Sebab, umat-umat sebelumnya pun melakukan perbuatan yang sama saat menolak para Nabi yang diutus oleh Allah Swt. Kemudian, Nabi Muhammad Saw. pun Allah ajak untuk berpaling dari mereka dan hendaklah ia senantiasa berzikir. Sebab, itulah hal yang bisa mendatangkan manfaat bagi kaum beriman.

Kandungan dua ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan yang mengandung hikmat atau pelajaran. Maksud dan tujuan tersebut hakikatnya adalah demi kesempurnaan makhluk, bukan bagi kesempurnaan zat-Nya (Allah Swt.).

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa tujuan dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Selain itu, Allah Swt. juga ingin menyampaikan pada semua makhlukNya akan kesempurnaanNya, tanpa manfaat bagi-Nya sehingga tidak menjadikan perbuatan Allah Swt. yakni penciptaan manusia sia-sia.

Semoga, tujuan penciptaan manusia yang diambil dari dua ayat di atas dan telah dipaparkan melalui Tafsir al-Maraghii bisa membuat kita semakin optimis untuk mengarungi kehidupan dunia agar bisa selamat sampai ke kampung akhirat.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here