Hukum Wudhu dalam Keadaan Telanjang

0
912

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, wudhu sehabis mandi di kamar mandi dilakukan tanpa busana alias masih dalam keadaan telanjang. Selain karena lebih praktis, juga biasanya lebih mudah dilakukan agar pakaian tidak basah. Namun bagaimana hukum wudhu dalam keadaan telanjang ini?

Melakukan wudhu dalam keadaan telanjang hukumnya makruh, meskipun wudhunya tetap dinilai sah. Pada saat melakukan wudhu, kita dianjurkan untuk menutup seluruh bagian aurat. Sebaliknya, jika membuka aurat pada saat melakukan wudhu atau dalam keadaan telanjang, maka hukumnya makruh.

Karena itu, jika kita wudhu di kamar mandi atau tempat lain, maka sebaiknya kita menutup aurat terlebih dahulu dengan kain, handuk atau lainnya. Bagi laki-laki, sebaiknya menutup aurat antara lutut dan pusar, begitu juga dengan perempuan. Karena aurat perempuan ketika bersama mahram atau sesama jenis batasnya antara pusar dan lutut.

Syaikh Muhammad bin Ahmad al-Dasuqi dalam kitabnya Hasyiyah al-Dasuqi menyebutkan bahwa di antara kemakruhan wudhu adalah membuka aurat. Beliau berkata;

وأما مكروهاته فالإكثار من صب الماء وكثرة الكلام في غير ذكر الله والزيادة على الثلاثة في المغسول وعلى واحدة في الممسوح على الراجح وإطالة الغرة ومسح الرقبة والمكان الغير الطاهر وكشف العورة

“Adapun perkara-perkara yang dimakruhkan ketika wudhu adalah berlebihan dalam menggunakan air, banyak bicara selain berzikir kepada Allah, menambah lebih dari tiga kali ketika membasuh dan lebih dari sekali ketika mengusap menurut pendapat yang kuat, memanjangkan basuhan anggota wudhu, mengusap leher, wudhu di tempat yang tidak suci dan membuka aurat.”

Kemakruhan wudhu dalam keadaan telanjang ini sepanjang tidak ada orang melihatnya. Adapun jika ada orang yang melihat, maka hukumnya adalah haram bukan makruh. Syaikh Muhammad bin Ahmad al-Dasuqi berkata;

Baca Juga :  Tinta Nyoblos Belum Hilang, Sahkah Shalatnya?

وكشف العورة  أي مع عدم من يطلع عليها ، وأما كشفها مع وجود من يطلع عليها غير الزوجة والأمة فهو حرام لا مكروه فقط

“Membuka aurat, selama tidak ada orang yang melihatnya. Adapun wudhu dalam keadaan membuka aurat dan ada orang yang melihatnya selain istri dan budaknya, maka hukumnya adalah haram, bukan hanya makruh.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here