Hukum Wakaf Sementara

0
11

BincangSyariah.Com – Umumnya, ketika seseorang mewakafkan barang tertentu, seperti mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, mewakafkan Al-Quran, dan lainnya, ia akan mewakafkan barang tersebut untuk selamanya. Namun ada sebagian orang yang mewakafkan barang untuk jangka waktu tertentu, bukan untuk selamanya. Misalnya, mewakafkan tempat kos untuk mahasiswa dalam jangka lima tahun. Bagaimana hukum wakaf untuk jangka waktu tertentu atau wakaf sementara, apakah boleh?

Dalam kitab-kitab fiqih, wakaf sementara disebut al-waqf al-muaqqat. Para ulama berbeda pendapat terkait hukum wakaf sementara. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini. (Baca: Hukum Mewakafkan Tanah Sengketa)

Pertama, wakaf sementara atau wakaf dengan jangka waktu tertentu, hukumnya tidak boleh. Ini adalah pendapat ulama Hanafiyah dan pendapat yang shahih di kalangan ulama Syafiiyah. Menurut mereka, wakaf harus ‘alat ta’bid atau untuk selamanya, wakaf tidak boleh dibatasi dengan jangka waktu tertentu, seperti wakaf selama setahun, dua tahun dan lain sebagainya.

Kedua, wakaf sementara atau wakaf dengan jangka waktu tertentu hukumnya boleh. Tidak masalah wakaf dibatasi dengan jangka waktu tertetu. Misalnya, wakaf dalam jangka setahun, dua tahun dan lain sebagainya. Ini adalah pendapat ulama Malikiyah dan pendapat sebagian ulama Syafiiyah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

اختلف الفقهاء في تأقيت الوقف، فذهب الحنفية والشافعية – في الصحيح عندهم – والحنابلة – في أحد الوجهين – إلى أن الوقف لا يقبل التأقيت، ولا يكون إلا مؤبدا. وذهب المالكية والشافعية – في مقابل الصحيح عندهم والحنابلة على الوجه الآخر – إلى جواز تأقيت الوقف، ولا يشترط في صحة الوقف التأبيد، أي كونه مؤبدا دائما بدوام الشيء الموقوف، فيصح وقفه مدة معينة ثم ترفع وقفيته

Baca Juga :  Membongkar "Mitos Pluralisme di NU": Memahami Alam Bawah Sadar Penulis [3-Habis]

Para ulama fiqih berbeda pendapat mengenai wakaf sementara. Ulam Hanafiyah dan ulama Syafiiyah-pendapat yang shahih di kalangan ulama Syafiiyah, dan salah satu pendapat ulama Hanabilah, bahwa wakaf tidak menerima jangka waktu tertentu, wakaf harus selamanya.

Ulama Malikiyah dan ulama Syafiiyah-pendapat yang berlawanan dengan pendapat yang shahih di kalangan ulama Syafiiyah, dan salah satu pendapat ulama Hanabilah, mereka berpendapat mengenai kebolehan wakaf sementara. Dan wakaf tidak disyaratkan harus selamanya, artinya harus selamanya sepanjang barang yang diwakafkan masih ada. Wakaf untuk jangka waktu tertentu tertentu hukumnya sah dan status wakafnya hilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here