Hukum Transfer Antar Bank Menggunakan Aplikasi Flip

0
56

BincangSyariah.Com – Sebuah pesan singkat masuk ke aplikasi messenger penulis. Bunyinya kurang lebih demikian: “Assalamu’alaikum wr wb. Mohon maaf, Ustadz! Mohon perkenannya membahas mengenai hukum transfer antar bank lewat aplikasi Flip. Terimakasih sebelum dan sesudahnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Demikian bunyi pesan singkat itu.

Baiklah, penulis sekaligus peneliti kali ini akan coba untuk mereview mengenai aplikasi flip tersebut. Kita akan awali dengan kajian seputar penerbit dan keamanan penggunaan, mekanisme transfer, dan sedikit uraian mengenai beberapa aspek yang krusial dalam fikih.

Sekilas tentang Aplikasi Flip

Flip merupakan sebuah aplikasi yang diterbitkan oleh PT FIPTech Lentera Inspirasi Pertiwi, dengan alamat kantor Kompleks Timah BB. No 71, RT.04 RW 012, Tugu, Cimanggis, Depok. Perusahaan ini terdaftar di bawah pengawasan Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu Penyelenggara Transfer Dana (PTD) Bukan Bank, dengan nomor lisensi Transfer Dana 0002.001/0013.

Ketentuan mengenai Transfer Dana, memang sudah diatur oleh Bank Indonesia lewat Peraturan bank Indonesia No. 14/23/PBI/2012 tentang Transfer Dana, dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/1/DKSP perihal Laporan Penyelenggaraan Transfer Dana oleh Badan Usaha Berbadan Hukum Indonesia Bukan Bank Secara On-Line.

Aplikasi Flip, bisa diunduh dan didapatkan lewat Google Play Store secara open source (gratis). Sebelum menggunakannya, anda biasanya diminta masuk terlebih dahulu, baik dengan menggunakan email, atau menggunakan akun media sosial anda, semisal facebook.

Mekanisme Transfer Dana Menggunakan Aplikasi Flip

Berdasarkan situs resmi Flip, untuk melakukan transfer dana, pihak Flip tidak memerlukan konsumen untuk melakukan Topping Up Saldo ke akun yang dimilikinya. Pengguna/konsumen cukup masuk ke akun miliknya, lalu mengklik tombol “kirim uang”. Selanjutnya, ada tinggal mengikuti langkah-langkah yang terdapat dalam aplikasi.

Untuk pengguna baru, ada tawaran mencoba bertransaksi dengan Flip, dengan limit sebesar Rp. 500.000 per akun. Adapun jika memerlukan transaksi lebih dari itu, maka pihak pengguna baru diharuskan untuk melakukan verifikasi identitas akun, tanpa dipungut biaya. Untuk langkah selengkapnya, bisa dirujuk ke tautan ini.

Biaya Transfer di Aplikasi Flip

Dengan mengutip pernyataan dari pendiri Flip, sebagaimana yang dilansir oleh beberapa media arus utama, ia mengatakan bahwa Flip telah menetapkan per hari limit nominal transfer gratis yang diberikan ke setiap pengguna sebesar Rp 5 juta per hari. Jika melebihi limit, pengguna bisa mentransfer dengan biaya Rp 2.500 per transaksi.

Pernyataan ini, selanjutnya peneliti komparasikan dengan sumber biaya operasional perusahaan Flip untuk mencari dukungan akan kebenaran pernyataan pendiri Flip tersebut.

Dari hasil penelusuran, penulis mendapati informasi bahwa sumber biaya operasional Perusahaan Flip adalah diperoleh dari usaha layanan berbayar, layanan pulsa dan paket data serta Big Flip yang merupakan solusi manajemen transfer untuk bisnis. Berdasarkan sumber ini, pihak perusahaan mengaku bahwa Big Flip telah digunakan oleh beberapa perusahaan lain, seperti Tiket.com, Kitabisa.com, Grab dan Ruangguru.

Kode Unik Transfer dan Risiko Transfer Antar Bank Melalui Aplikasi Flip

Sebagaimana Platform E-Commerce yang lain, Flip juga menerapkan kode unik untuk proses transfer. Kode unik ini berkisar antara 1 rupiah, hingga 500 rupiah. Setelah selesai melakukan transfer, kode unik akan masuk ke dalam saldo deposit dari akun pengguna.(Baca: Apakah Penambahan Kode Unik Saat Transfer Termasuk Riba)

Khusus untuk tujuan transfer melalui Virtual Account BRIVA, ada biaya administrasi dari BRIVA sebesar 500-3000 rupiah per transfer, yang mana beban itu diberikan kepada konsumen pengguna Flip dan diambil dari Saldo Deposit konsumen.

Berdasar sumber resmi informasi dri Flip, disampaikan bahwa semua transaksi kirim uang Flip menggunakan basis sistem perbankan, sehingga dipastikan aman. Dari segi data pribadi pengguna, pihak Flip juga menyatakan bahwa perlindungan berlapis digunakan untuk melindungi data sensitif pribadi melalui jalur enkripsi.

Pertukaran informasi antar server juga dienkripsi menggunakan SSL server yang berlokasi di Indonesia. Data pribadi konsumen hanya dibutuhkan oleh perusahaan sebagai basic pelaporan ke Bank Indonesia saja.

Analisis Fikih terhadap Jasa Transfer Antar Rekening lewat Aplikasi Flip

Status Fikih Biaya Transfer ke Satu atau Multi Rekening

 Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh penulis di atas, dapat diketahui bahwa akad yang dipergunakan oleh perusahaan Flip terhadap konsumennya adalah akad wakalah bi al-ju’li. Akad ini, nampak dari biaya transfer yang dipungut oleh Flip, meningkat seiring meningkatnya pendapatan Flip per transfer di atas limit 5 juta rupiah ke rekening tujuan, khususnya untuk perusahaan yang harus melakukan multi transfer ke multi rekening.

Ciri semakin meningkat pendapatan perusahaan, seiring terjadinya multi transaksi dari satu perusahaan yang mewakilkan ini, merupakan ciri khas daripada akad jualah. Akad wakalah terjadi bila perusahaan memasrahkan mekanisme transfer otomatis secara rutin setiap  bulannya (misal: untuk penggajian karyawan) ke Flip.

Adapun bila transfer itu hanya dilakukan ke satu rekening saja, maka akad wakalah yang terjadi antara konsumen dan Flip, adalah jenis wakalah bi al-ujrah. Dalam konteks ini, besaran biaya administrasi sebesar 2.500 per transaksi di atas limit transfer 5 juta rupiah, merupakan ujrah (upah) dari menjadi wakilnya konsumen.

Sebagai bukti bahwa angka 2.500 rupiah ini merupakan ujrah, adalah pihak Flip menjadikan besaran angka itu sebagai bagian dari penghasilan perusahaan.

Akad Penggratisan Biaya Transfer di Bawah Limit 5 Juta 

Karena pihak Flip menerapkan biaya bebas transfer sebesar Rp. 0,- untuk transfer di bawah 5 juta, maka akad yang terjadi antara konsumen dengan Flip adalah termasuk jenis akad tabarru’at, yaitu semata ikhlas menolong karena kebaikan, atau karena Allah SWT.

Status Fikih Kode Unik 

Adapun mengenai kode unik transaksi, karena statusnya hanya sebagai pengenal transaksi, dan selanjutnya masuk ke dalam saldo deposit, merupakan jenis transaksi akad qardl hukmy (utang secara hukum).

Status Fikih Beban Transfer ke BRIVA

 Karena Flip merupakan wakil dari konsumen, maka segala apa yang dilakukan Flip dalam melakukan tasharruf harta yang diwakilkan kepadanya adalah bagian dari tanggungjawabnya muwakkil (konsumen). Mengapa? Sebab ada kaidah umum yang berlaku bahwa al-wakil ka al-muwakkil fi wakkalatihi (Kedudukan wakil adalah seperti layaknya pihak yang mewakilkan dalam urusan perwakilan yang dijalankan). Jadi, resiko adanya beban biaya trasfer ke rekening BRIVA, merupakan bagian dari risiko akad mewakilkan yang harus ditanggung oleh pihak muwakkil, yaitu konsumen Flip.

Relasi Akad Transfer antara Konsumen – Flip dan Pihak Bank

Menilik dari pola relasi yang dibangun antara pihak konsumen, Flip dan Perbankan, maka akad yang berlangsung di antara ketiga pihak yang terlibat tersebut adalah akad hiwalah. Ciri khas dari akad hiwalah ini, adalah:

  1. Pihak Bank (tempat sumber rekening konsumen) memiliki utang kepada pihak Konsumen Flip, disebabkan relasi akad menabung
  2. Pihak Flip merupakan wakil amin dari pihak konsumen dan bertugas  menjalankan amanah yang diberikan kuasa oleh konsumen untuk menyalurkan saldo rekening konsumen dari suatu bank.
  3. Pihak Konsumen memiliki utang kepada pihak lain yang memiliki rekening di bank tujuan transfer.
  4. Pihak Bank Lain, memiliki utang kepada nasabah yang menjadi mitranya konsumen Flip disebabkan relasi akad tabungan.
  5. Utang Bank ke Konsumen Flip, dialihkan pembayarannya kepada Bank Lain yang mana Konsumen Flip memiliki utang kepada salah satu nasabah bank tersebut.

Akad yang berlangsuung semacam ini dikenal dengan istilah bai’ ma fi al-dzimmah bi ma fi al-dzimmah (jual  beli sesuatu yang ada dalam tanggungan dengan sesuatu yang ada dalam tanggungan) atau jika diringkas sama artinya dengan bai’ dain bi al-dain (jual beli utang dengan utang) yang hukumnya dibolehkan karena unsur dlarurat kebutuhan. Wallahu a’lam bi al-shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here