Hukum Tidur Setelah Waktu Shalat Maghrib

0
60

BincangSyariah.Com – Tidur setelah waktu shalat Maghrib jarang kita lakukan. Namun dalam keadaan tertentu, seperti dalam keadaan terlalu capek, kita terkadang tidur setelah shalat Maghrib sebelum waktu shalat Isya’ tiba. Bagaimana hukum tidur setelah waktu shalat Maghrib dalam Islam? (Baca: Doa Ketika Azan Magrib Berkumandang)

Dalam Islam, tidur setelah waktu shalat Maghrib termasuk tidur yang dimakruhkan. Para ulama menghukumi makruh tidur setelah shalat Maghrib dan sebelum shalat Isya’. Di antara ulama yang memakruhkan tidur setelah shalat Maghrib adalah Imam Malik. Menurut beliau, tidur setelah shalat Maghrib dan sebelum shalat Isya’ bisa menyebabkan ketinggalan shalat Isya’ secara berjemaah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Abu Al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd Al-Qurthubi dalam kitab Al-Bayan wa Al-Tahshil berikut;

وسئل مالك عن الرجل ينام بعد المغرب، قال ذلك يكره، قيل له فالنوم بعد الصبح؟ قال ما أعلم حراما. قال الإمام: إنما كره النوم بعد المغرب؛ لما روي عن النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – من رواية أبي برزة الأسلمي أنه نهى «عن النوم قبل صلاة العشاء وعن الحديث بعدها والمعنى في النهي عن النوم قبل صلاة العشاء مخافة أن يغلب النائم النوم فتفوته صلاتها في الجماعة أوفي وقتها المختار

Artinya:

Imam Malik pernah ditanya mengenai seseorang yang tidur setelah Maghrib. Beliau menjawab bahwa hal itu hukumnya makruh. Kemudian ditanyakan lagi padanya mengenai tidur setelah Shubuh? Beliau menjawab; Aku tidak mengetahui bahwa hal itu haram.

Imam Malik berkata; Sesungguhnya tidur setelah Maghrib makruh karena berdasarkan hadis dari Nabi Saw dari riwayat Abi Barzah Al-Aslami bahwa Nabi Saw melarang tidur shalat sebelum shalat Isya’ dan ngobrol setelah shalat Isya’.

Maksud larangan tidur sebelum shalat Isya’ karena dikhawatirkan orang yang tidur tidak bangun hingga tidak melakukan shalat Isya’ secara berjemaah atau shalat Isya’ di waktu yang dianjurkan.

Berdasarkan keterangan di atas, maka hendaknya kita jangan tidur setelah shalat Maghrib. Begitu juga setelah shalat Isya’ jika kita belum melakukan shalat Isya’. Menurut ulama Syafiiyah, tidur sebelum melakukan shalat Isya’ hukumnya juga makruh, sebagaimana tidur setelah shalat Maghrib. Ini sebagaimana disbutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

Baca Juga :  Talak Zhihar dan Warisan Budaya Jahiliyah

يُكْرَهُ النَّوْمُ قَبْل صَلاَةِ الْعِشَاءِ بَعْدَ دُخُول وَقْتِهَا لأِنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ ذَلِكَ لِخَوْفِ اسْتِمْرَارِ النَّوْمِ حَتَّى خُرُوجِ الْوَقْتِ

Dimakruhkan tidur sebelum melakukan shalat Isya’ setelam waktunya tiba karena Rasulullah Saw tidak suka dengan hal itu. Karena dikhawatirkan terus tidur hingga waktu Isya’ habis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here